Musim Kemarau Ketersediaan Air PDAM Masih Stabil

13

BISNIS BANDUNG — Kepala Sub Bidang Humas Perusahaan Daerah Air Minum – PDAM Tirtawening Kota Bandung, M. Indra Pribadi, S.Ip mengemukakan, ketersediaan air PDAM Tirtawening sampai saat ini masih stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena belum memasuki puncak musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air baku menyusut. Musim kemarau panjang  tahun lalu, sekitar 40% dari 177 ribu konsumen PDAM Tirtawening kota Bandung, mengalami dampaknya.

Dikemukakan Indra , penyebab kekurangan air  penyebabnya utamanya adalah faktor alam yang tidak bisa dihindari, karena sudah menjadi siklus tahun . Perawatan dari pihak PDAM untuk mengamankan sumber air denganmelakukan pengurasan intake agar air sungai dapat mengalir, termasuk melakukan “spooling” pada sumur-sumur artesis, selain melakukan perawatan pompa-pompa air baku agar berfungsi maksimal.

Target produksi air tahun ini menurut Indra , 95.390.330 m3 yang diharapkan dapat mencapai target dengan program pengembangan IPA serta optimalisasi IPA dan sumur bor. Pada tahun sebelumnya, target produksi air 89.585.551 m3. Saat ini kemampuan PDAM Tirtawening untuk konsumen mencapai 1.868,6 liter/detik. Sejauh ini belum ada penurunan yang signifikan akibat memasuki musim kemarau. Penurunan debit air baku yang mengalami penurunan signifikan hanya berasal dari  Sungai Cipanjalu yang kapasitas produksinya rata–rata mencapai 18 liter/detik dari yang sebelumnya 25 liter/detik.

Dijelaskan Indra  wilayah konsumen yang akan terkena dampak langsung dari penyusutan produksi air PDAM  antara lain mencakup wilayah Kecamatan Antapani, Mandalajati, Ujungberung, Panyileukan,  Cinambo dan Kecamatan Cibiru. Sedangkan untuk wilayah barat mencakup daerah Pusri, Maleber Inpres,  Sawah Kurung,  Ancol, Kota Baru, Curug Candung, Pasir Salam,  Pasir Jaya,  Pasirluyu, Parakan Asri,  Waas, Empang Moh Toha,  PLN Dalam, Muara,  Leuwi Anyar,  Nyengseret Utara, Kopo Ganjil. Wilayah utara  , Kelurahaan Dago, Tamansari,  Sukaluyu,  Cipaganti,Cigadung,  Sukajadi, Cipedes, Pamoyanan, Husein Sastranegara, Gegerkalong dan Kelurahaan Ledeng.

Indra menyebutkan , agar target ketersediaan produksi dan distribusi air tercapai, strategi yang dilakukan oleh PDAM Tirtawening Kota Bandung dari sisi produksi sebagai langkah atau upaya untuk menambah debit air baku yang akan diproduksi, akan mengaktifkan pompa di Intake Dago Bengkok dan Intake Sabuga  yang total kapasitasnya ±400 ltd. Sedangkan strategi dari sisi distribusi atau pelayanan akan memberlakukan pengurangan durasi jam gilir sesuai dengan kondisi di lapangan, seperti sebelumnya berdurasi 12 jam menjadi 8 jam, artinya pengurangan durasi ini untuk memenuhi kebutuhan air di area kritis yang terdampak langsung dari musim kemarau, membuat mengaktifkan kembali interconnection (konektor) yang akan diisi oleh Tangki Air Minum, menggunakann Booster Mobile untuk daerah yang mengalami pengurangan tekanan air akibat musim kemarau dengan menggunakan ‘booster mobile’ dapat menambah tekanan aliran air,  contohnya penggunaan pompa di daerah Maleer. Untuk daerah yang tidak terlayani langsung oleh bantuan tangki air minum akan dilayani oleh mobil pick up dengan menggunakan Hydrant Umum.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, program yang digulirkan di antarnya pemberian bantuan Tangki Air Minum (TAM) pada daerah yang terganggu aliran airnya, selain bisa berkoordinasi dengan petugas wilayah terkait atau menghubungi Kantor Pelayanan Tangki Air Minum Jl. Surapati 67A Tlp 022-2507993 Hp 0812127242863 “Pemesanan gratis dengan cara kolektif melalui Ketua RT/RW atau Koordinator setempat, 17 armada disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terkena dampak gangguan di musim kemarau. “Sejauh ini pihak kepada pihak PDAM Tirtawening belum ada pengaduan atau keluhan konsumen mengenai penyusutan pasokan air baku akibat musim kemarau ,”tambah Indra. (E-018)***