Memilih Masa Depan

5

PRODI Kedokteran, sampai hari ini setelah 73 tahun merdeka, masih menjadi pilihan utama para calon mahasiswa. Peminat yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berjumlah 714.652 orang. Dari jumlah itu yang lulus SBMPTN 19 ada 168.742 orang tersebar di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Program Studi (prodi) di semua PT terus berkembang. Terdapat 3.185 prodi di semua PTN, 226 prodi di antaranya baru dibentuk tahun 2017. Prodi baru itu kebanyakan berbasis komputer dan komunikasi. Beberapa PTN dan swasta yang menyelenggarakan prodi komunikasi atau broadcast, selalu diburu peminat. Namun secara umum, pilihan calon mahasiswa masih tetap dari tahun ke tahun. Tahun 2019 ini, prodi kedokteran menempati urutan pertama yang dipilih calon mahasiswa. Sepertri tahun-tahun sebelumnya, prodi tenik kimia, agroteknologi, hukum, manajemen, dan ilmu komunikasi, menempati urutan berikutnya setelah kedokteran. Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Peerguruan Tinggi, Mohamad Nasuir, terdapat 84.444 orang yang mengikuti SBMPTN bidang saintek, 82.294 orang bidang soshum, dan 1.904 bidang campuran. Artinya dari tahun ke tahun tidak terjadi perggeseran minat para calon mahasiswa terhadap prodi yang tersedia. Justru PT yang menjadi pilihan mengalami perubahan meskipun tidak terlalu signifikan. Tahun ini PTN yang menenpati urutan pertama yang paling diminati ialah Universitas Brawijaya, Universitas 11 Maret,.Undip, UPI, UN Semarang. Sedangkan Unpad menempati urutan keenam.

Data yang diumumkan Kemenristekdikti itu menimbulkan beberapa pertanyaan berkaitan dengan minat calon mahasiswa da lapangan pekerjaan. Dari waktu ke waktui lapangan pekerjaan yang tersedia terus berubah sesuai de­ngan kemajuan yang terjadi, baik secara global maupun domestil. Di Indonesia terjadi perubahan luar biasa, baik gaya hidup masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta kemajuan industri. Pada era digitalisasi, saintek menempati urutan pertama. Perkembangan industri, apalagi pada era revolusi industri 4.0, dunia kerja sangat memerlukan tenaga kerja yang berbasis saintek. Urutan berikutnya, tenaga kerja yang berbasis ilmu komunikasi, baru kemudian ke bidang lain, khussunya prodi ilmu murni (vokasi).

Pertanyaanya, mengapa prodi kedokteran masih me­nempati urutan pertama di Indonesia yang paling banyak peminatnya. Kedua, bagaimana nasib prodi vokasi pada saat teknologi terapan punya peluang paling besar dalam era revolusi industri jilid 4. Jawabannya hanya satu, ”demi masa depan”. Para calon mahasiswa, biasanya didorong pula para orangtuanya, dalam memilih prodi, selalu dibekali teropong yang mampu menembus dinding masa depan. Masa depan itu begitu jelas. Dalam kehidupan yang makin pragmatis, seseorang harus menentukan arah kehiduoannya secara pragmatis pula.

Bidang kedokteran dan saintek lainnya, pasti merupakan gerbang yang menghubungkan manusia dengan kegemerlapan. Pada era teknologi dan populasi penduduk yang terus naik, sangat berkaitan erat dengan dunia kedokteran, ilmu pengetahuan dan teknologi.Ilmu budaya, termasuk bahasa, sastra, seni lukis, teater, antropolgi, dan sejenisnya nyaris masuk kotak semuanya. Orang sudah tidak akan peduli lagi dengan keindahan, filsafat, imajinasi, seni peran, dan sebagainya. Dokter sudah pasti akan sangat laku karena jumlah penduduk makin banyak, iklim tidak menentu, polusi makin meningkat, Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Tenaga dan keilmuan dokter sangat dibutuhkan. Begitu juga dengan teknologi, Digitalisasi merupakan jalan tanpa hambatan bagi para teknolog mendapatkan pekerjaan dengan gaji lebih dari cukup.

Jadi, memilih jurusan atau prodi di PT sama dan sebangun dengan memilih masa depan, Namun kita mesti tetap yakin, masa depan itu sudah diatur dan tertera pada komputer maha-maha gigabite. Lengkap dan akurat., komputer milik-Nya.***