Dewan Sesalkan Gugatan Polusi Udara Buruk Jakarta

10

BISNIS BANDUNG – DPRD Jabar menyesalkan dan tidak terima adanya gugatan dari sejumlah koalisi warga Jakarta terkait polusi udara yang buruk di Ibu Kota RI tersebut.
“Saya sebagai wakil rakyat tidak terima. Sebab, betapa banyaknya manfaat yang dirasakan DKI Jakarta atas pengaruh Jawa Barat dari sisi lain, seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembuangan sampah dari Jakarta ,” kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Imam Budi Hartono kepada wartawan baru-baru ini.

Anggota DPRD dari Dapil Kota Depok-Bekasi itu menyebut yang membuat polusi udara di Jakarta bukan dari Jawa Barat.
“Mereka membangun DKI Jakarta seperti apa? Dibangun gedung bertingkat berserta dengan taman kota itu masalah lokal tak ada hubungan dengan Jawa Barat,” tegas pria yang duduk di Komisi IV DPRD Jawa Barat ini.Kata Imam, persoalannya bukan soal gugat mengugat. Masalah ini tentunya bisa dibicarakan bersama antar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan difasilitasi dari pihak kementrian bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Ini kan sebuah kesatuan negara Indonesia yang tidak bisa dipecah dari provinsi lainya.

Masalah ini tentunya bisa diatasi de­ngan cara kerja sama, bantulah daerah yang ada di pinggiran Jakarta seperti Depok, kalau bantu jangan nangung,” ulasanya.
“Ketika ada yang jelek dituntut, ketika bagusnya tidak terima kasih. Ini harus ada keseimbangan dan dibicarakan di tingkat nasional difasilitasi kementrian antara gubernur DKI

Jakarta dan Pemrov Jawa Barat. Selesaikan masalahnya, tidak hanya langsung mengugat, itu menurut saya,” lanjut dia.

Ia kemudian menyebut justru Jakarta yang melakukan pencemaran lingkungan di seitar wilayah Jawa Barat.

Salah satunya terkait pembuangan sampah di TPST Bantar Gebang yang merupakan wilayah Jawa Barat.
“Nah DKI Jakarta buang sampah ke mana? ke Bantar Gerbang kan itu wilayah Jawa Barat,” katanya.
“Kalau soal tuntut menuntut kita kita tu­tup (Bantar Gebang) saja kalau begitu. Tapi tidak bisa lah main emosional begitu, menurut saya harus dibuat MOU saja antara Jakarta dan Jawa Barat,” pungkasnya. (B-002)***