Diduga ada kongkalikong lelang proyek, ormas demo kantor PUPR

208

Diduga adanya rekayasa proses lelang proyek,di barang dan jasa yang dikendalikan PUPR Cianjur, puluhan anggota ormas kepemudaan,berunjuk rasa ke kantor PUPR. Para pengunjuk rasa, dalam orasinya, menuntut KADIS PUPR segera di copot dari jabatannya. Aksi tersebut,ratusan masa yang terdiri dari ampuh, Pemuda Pancasila dan PASGAR, menggelar aksi demomstrasi, di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan pemukiman rakyat kabupaten Cianjur, kamis siang. Dalam orasinya, mereka menuntut agar kepala Dinas PUPR, dicopot dari jabatannya. Pasalnya mereka mengindikasi adanya kongkalikong, dalam proses lelang atau tender proyek, sehingga menguntungkan salah satu kelompok.

Koordinator aksi – Yana Nurjaman mengatakan, praktek monopoli, oleh suatu kelompok pengusaha, paling diharamkan oleh Negara. hal tersebut tertuang dalam UU Nomor 5, Tahun 1999, tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, serta peraturan KPPU omor 2 Tahun 2010’, tentang larangan persekongkolan dalam tender .

Pengunjuk rasa menilai, atas peristiwa tersebut akan merugikan Negara, berdampak kepada kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan proyek. Pengunjuk rasa mendesak kepada aparat penegak hukum, untuk segera melakukan penelitian  dan penyelidikan, terhadap berbagai indikasi persekongkolan, yang berpotensi merugikan keuangan Negara

Pihaknya berharap, proses lelang diulang karena telah melanggar prinsip pengadaan barang dan jasa. Lelang selanjutnya harus mengedepankan  tata kelola anggaran publik yang transparan, akuntabel dan berkeadilan .

Heri Setiawan , Bandung TV .,