Izin Usaha BPR Efita Dana Sejahtera Depok Dicabut

17

Izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Efita dana Sejahtera Depok, dicabut per-3 juli 2019. Hal tersebut disebabkan kelemahan pengelolaan oleh managemen BPR, yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat. Efita Dana Sejahtera Depok menjadi BPR ke-98 yang dilikuidasi LPS.

Per-3 juli 2019, Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera Depok tidak dapat beroperasi lagi, karena izinnya dicabut otoritas jasa keuangan. Sebelumnya, pada 8 april 2019, BPR tersebut telah ditetapkan dalam pengawasan khusus, karena rasio kewajiban penyediaan modal minimum yang kurang dari nol persen. mempertimbangkan kondisi keuangan yang semakin memburuk dan ketidaksediaan pemegang saham dalam menyehatkannya, maka OJK mencabut izin usaha bpr tersebut, setelah mendapat pemberitahuan dari LPS.

Setelah pencabutan izin usaha, LPS melakukan proses pembayaran klaim simpanan dan melikuidasi PT BRP Efita Dana Sejahtera, yang berlokasi di jalan akses ui nomor 25, Depok. Sekretaris lembaga penjamin simpanan, Muhammad Yusron pun mengimbau, agar nasabah PT BPR Efita Dana Sejahtera tetap tenang, karena simpanan mereka dapat diklaim dengan syarat tertentu.

Sebelum dicabut izin usahanya, NPL terakhir BPR yang kreditnya banyak ke peti kemas tersebut mencapai 89 persen. Bahkan, usia truk yang mereka miliki di atas 10 Tahun, sehingga tidak dapat beroperasi kembali. Evita merupakan BPR ke 98 yang dilikuidasi LPS. 34 BPR yang dilikuidasi berada di wilayah JABAR.

Budi Hartati, Bandung TV.