Petani Di Margaasih Terpaksa Aliri Sawah Dengan Air Limbah

8

Memasuki musim kemarau, petani di desa Nanjung, kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Terpaksa harus mengairi sawahnya dengan menggunakan air limbah, dari sungai citarik anak sungai citarum.aliran sungai citarik tersebut,mengeluarkan bau tidak sedap,serta berwarna hitam pekat.

Cadangan air anak sungai citarik, di wilayah desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, mulai surut. Dampaknya, para petani dikawasan nanjung, memanfaatkan air limbah dari industri untuk mengairi sawah milik petani.

Menurut petani asal Nanjung – Rahmat, Tahun 2018 silam, air sungai citarik ini sebelumnya bersih, namun kemudian kembali berwarna hitam dan mengeluarkan bau. untuk menghindari gagal panen, terpaksa menggunakan air limbah industri untuk mengairi sawah.

Rahmat mengimbuhkan, jika terus diairi dengan air limbah, hasil panennya kurang maksimal, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

Air limbah tersebut selain mencemari sungai, juga mencemari ke sumber air dipemukiman warga. Dampaknya, sumur milik warga berbau dan berwarna hitam. Warga  berharap pemerintah segera turun tangan untuk menyelsaikan permasalahan tersebut.

Rezytia Prasaja, Bandung TV.,