Dari Coret-Coret, Sukses Bisnis Kerajinan Tangan

82

BISNIS kerajinan tangan yang sukses banyak bermula dari hobi. Salah satunya bisnis kerajinan tangan milik Martha Puri Natasande.

Pendiri Ideku Handmade ini merintis bisnis kerajinan tangan nan unik dari hobi menggambar sejak kecil. Perempuan 34 tahun ini senang menggambar kartun. “Terus, bikin boneka dan stoples yang digambar-gambar, frame foto yang dihias-hias begitu,” katanya.

Kini, produk buatannya macam-macam, dengan desain menggemaskan. Ada tempat pensil, wadah botol minum, tote bag, tas punggung anak, tas pinggang, tas laptop, tali tas, syal, dan banyak lagi. Tentu, dengan ciri khas penuh gambar kartun berkelir ceria.

Sayang, Puri menolak buka-bukaan soal omzet. Ia punya alasan: saat ini berencana mengurus pendirian perseroan terbatas (PT) untuk bisnisnya. “Jadi, aku mau laporan keuangan rapi dulu,” jelasnya.

Yang terang, tanpa menyebut angka pasti, tiap bulan Puri memproduksi ribuan produk. Harga jualnya mulai Rp 35.000 hingga Rp 350.000 per produk. Paling favorit: tote bag yang banderol harganya berkisar Rp 195.000–Rp 200.000.

Tapi awalnya, Puri membuat aneka kerajinan tangan tersebut bukan untuk dijual, melainkan, buat diri sendiri atau kado bagi saudara atau teman yang berulang tahun. Cuma, atas saran sepupu, dia akhirnya menawarkan produk-produknya melalui saluran online.

Ketika itu, tahun 2008, Puri menjual produknya lewat situs jual beli Multiply. Ia mengusung nama Ideku Handmade.

“Malamnya saya dan sepupu ke warnet, terus bikin akun di Multiply. Besok subuh ada SMS dari Samarinda, ibu-ibu, mau beli produk saya,” ungkap wanita yang berulang tahun setiap 19 Mei ini. (C-003/BBS)***