Cabe Merah Mendominasi Harga Tertinggi Beras Masih Normal

11

BISNIS BANDUNG – Harga sejumlah  komoditas sembako di pasar- pasar tradisional Sumedang masih mahal . Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas  sayuran,setelah sebelumnya harga daging ayam  sempat turun dan kini kembali naik diikuti yang lainnya.

Menurut data  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumedang yang  disampaikan Sekbid Disperindag  Sumedang H.Deni Tanrus, harga -harga kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan pada waktu dua bulan ini dan  mendominasi harga di atas rata – , yakni cabai merah tanjung yang dari harga minggu lalu Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram,bahkan sebelum lebaran harganya mencapai Rp 90.000 per kilogram. Cabai merah TW juga naik dari Rp 45.000 per kilogram  menjadi Rp 70.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga naik dari Rp. 24.000 menjadi Rp. 34.000 per kilogram. Cabai rawit merah naik dari Rp. 20.000 – Rp 34.000. Selain cabai, harga daging sapi di tiga pasar besar di kabupaten Sumedang ,yaitu pasar Inpres,Congeang dan pasar Tanjungsari dijual antara Rp115.000 sampai Rp 120.000  per kilogram.Sementara daging ayam broiler  antara Rp 34.000 sampai Rp 38.000 perkilogram.

“Sementara itu,untuk harga beras  masih normal . Harga beras kelas 1  Rp 11.500 perkilogram, kelas 2 Rp 11.000 dan kelas 3 Rp. 9.500. Semua hampir sama merata , walau penjualan antara pasar yang satu dengan lainnya ada perbedaan , tapi tidak jauh dari harga di pasar lainnya”, ujar Deni di ruangan kerjanya , Selasa siang (16/07/2019).

Sedangkan  harga beras  di tempat penggillingan, harganya  bervariatif tergantung dari jenis dan kualitas. Beras di tempat penggilingan ada bandar atau pengepul yang membeli langsung  di tempat penggilingan .

Seperti dikatakan Adeng Sujana pemilik dan pengelola penggilingan beras. Ia mengaku harga beras saat ini masih normal,meskipun diakuinya ada penurunan namun tidak terlalu mempengaruhi keseluruhannya.Karena yang dirasakan Adeng bersama petani yang memiliki lahan garapannya sendiri,sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.Harga beras eceran biasanya Rp 10.000 perkilogram ,borongan Rp 9.400 dengan jenis atau varietas beras bermacam macam dan harganya pun sekitar Rp4.800/kilogram dari petani dan harga dari pengepul Rp5.200  perkilogram.

“Ya kalau melihat kondisi dipasaran sekarang ,untuk harga beras terbilang normal normal saja,ya pinginnya ada kenaikan ,cuman jika melihat stok  masih banyak  menyesuaikan dengan kota- kota lainnya untuk harga beras dipasaran sekarang,mungkin beda lagi bagi para petani yang lahannya menyewa ke orang lain,”ucap Adeng. (E-010)***