50 TAHUN PENANTIAN WARGA DESA JEUNJING AKHIRNYA MILIKI AKSES JALAN KENDARAAN

12

Selama puluhan tahun, sebuah dusun di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terisolasi dari pusat desa maupun kota akibat tidak adanya akses jalan untuk kendaraan. Untuk membawa orang sakit saja, warga harus mengangkut pasien dengan berjalan kaki, karena tidak adanya akses kendaraan. Namun setelah 50 tahun terisolir, kini akses jalan Dusun Jeunjing telah terbuka dengan gotong royong antara warga bersama dengan TNI.

Seperti inilah suasana Dusun Jeunjing, Desa Pandanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. dusun yang terletak di wilayah utara Kabupaten Sumedang ini, sudah terisolir selama puluhan tahun lamanya. Hanya ada satu akses jalan untuk keluar maupun masuk desa. Itu pun harus ditempuh dengan berjalan kaki karena berupa jalan setapak saja. Menurut salah seorang warga, tidak adanya akses jalan untuk kendaraan membuat warga kesulitan dalam beraktivitas. Bahkan dalam kondisi darurat, warga yang sakit terpaksa harus dipanggul dengan sarung dan berjalan kaki sejauh 5 kilometer lebih, menuju puskesmas terdekat di pusat desa.

Namun sekarang, setelah selama kurang lebih 50 tahun terisolir, akhirnya Dusun Jeunjing memiliki akses jalan yang dapat dilalui kendaraan motor. Warga dibantu aparat TNI, bahu membahu membangun jalan yang sebelumnya jalan setapak, menjadi jalan dengan tambahan jembatan agar dapat dilalui kendaraan motor.

Sementara itu, perbaikan jalan di Dusun Jeunjing merupakan bagian dari program TNI yakni TMMD atau tentara manunggal membangun desa. Dusun Jeunjing dipilih karena telah terisolasi selama puluhan tahun lamanya. Jalan sepanjang 1,6 kilometer, akses satu satunya jalan yang sebelumnya tidak dapat dilalui kendaraan, kini dapat dilalui kendaraan, minimal kendaraan motor. Pihak TNI berharap, dengan terbukanya akses bagi warga ini dapat membantu warga disaat keadaan darurat,serta memperlancar perekonomian warga yang berprofesi sebagai petani.

DIKI GUNTARA, BANDUNGTV.