Indikasi Pelanggaran Kuota PPDB Dilaporkan Ke Ombudsman

7

Forum aksi guru Indonesia atau fagi, forum orang tua siswa atau FORTUSIS, dan Asosiasi Komite Sekolah Indonesia atau ASKIDA, melaporkan indikasi pelanggaran kuota PPDB SMA Negeri di Jabar, ke Ombudsman, kamis siang. Mereka mengancam akan membawa kasus tersebut ke tingkat pengadilan, jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah Provinsi Jabar.Dengan membawa data-data, Forum Aksi Guru Indonesia atau FAGI, Forum Orang Tua Siswa atau FORTUSIS, dan Asosiasi Komite Sekolah Indonesia atau ASKIDA, melaporkan indikasi pelanggaran penerimaan peserta didik baru SMA Negeri di Jabar, ke kantor Ombudsman, kamis siang. Menurut ketua FAGI, Iwan Hermawan, pelanggaran salah satunya dalam hal kuota peserta didik perombongan belajar pada PPDB Online Jabar 2019, yaitu 34 siswa, padahal berdasarkan Pergub PPDB maksimal 36 siswa. Dirinya melihat indikasi adanya siswa titipan, terutama di beberapa sekolah favorit di Bandung, untuk mengisi kuota 2 orang yang tidak dibuka secara online. Selain itu, dirinya pun mempertanyakan pengumuman PPDB online yang tidak sepenuhnya transparan. Tidak adanya peringkat hasil seleksi, membuat calon peserta didik yang namanya tidak tercantum di satuan pendidikan tempat mendaftar, tidak tahu penyebab mereka tidak diterima.

Menanggapi laporan tersebut, kepala Ombudsman Jabar, Haneda Sri Lastoto mengatakan, pihaknya akan mempelajarinya terlebih dahulu. Jika semua syarat yang diperlukan telah lengkap, dalam waktu satu hingga dua hari laporan tersebut sudah dapat ditindaklanjuti.

Pihak FORTUSIS, FAGI, dan ASKIDA pun mengancam, jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah provinsi terkait indikasi pelanggaran tersebut, mereka akan membawa kasus tersebut ke tingkat pengadilan.

Budi Hartati, Bandung TV.