Puyuh Berpotensi Dikembangkan Untuk Pemenuhan Protein Hewani

30

BISNIS BANDUNG — Kepala Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (FAPET UNPAD), Ir.Endang Sujana, S.Pt. MP menyebut , populasi puyuh di Indonesia dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan 2,27%, naik dari 14.107.687 juta  ekor pada tahun 2016 menjadi  14.427.314 ekor pada tahun 2017. Namun jumlah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat .

Dikemukakan Endang , puyuh memiliki potensi untuk dikembangkan. Usaha peternakan puyuh merupakan salah satu alternatif penghasil telur dan daging, selain peternakan ayam dan itik. Selain produksi telurnya cukup baik, puyuh juga memiliki keunggulan dalam siklus reproduksinya yang relatif cepat, tidak memerlukan nilai input besar, mudah dipelihara dan tidak memerlukan lahan luas serta harga jual produknya relatif murah, sehingga secara faktual terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Endang menyebut, perkembangan ternak puyuh dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Walau umumnya masih diusahakan oleh peternak kecil , belum diusahakan oleh industri skala besar, sehingga ,peternakan puyuh tidak tumbuh cepat. Salah satu yang menjadi kendala dalam pengembangan peternakan puyuh adalah ketersediaan bibit yang berkualitas. Upaya untuk menambah populasi ternak puyuh dilakukan oleh para peternak dengan tidak membeli bibit puyuh unggul, tapi melalui penetasan telur yang dilakukan peternak sendiri , hingga menyebabkan produktivitas  puyuh menjadi rendah.

Selama ini lanjut Endang , jenis unggas yang berkontribusi besar sebagai penghasil daging adalah ayam, sementara puyuh belum banyak, padahal daging puyuh memiliki potensi untuk dikembangkan. Usaha peternakan puyuh memang tidak populer dibandingkan dengan jenis unggas lainnya , seperti, ayam ras pedaging, ayam petelur dan itik. Namun sebenarnya puyuh mempunyai potensi yang sebagai penghasil bahan pangan yang nilai gizinya tinggi. Saat ini sentra peternakan puyuh terbesar, antara lain di Blitar Jawa Timur, Jogjakarta dan di Sukabumi Jawa Barat

Kandidat Doktor ini menjelaskan, permintaan pasar terhadap telur puyuh cukup tinggi , baru terpenuhi sebagian kecil saja, permintaan telur puyuh mencapai 16,5 juta butir/minggu,baru  terpenuhi sekira 3,5 juta butir telur/minggu. Segmen pasar daging maupun telur puyuh mulai dari pasar tradisional sampai modern. Daging dan telur puyuh disajikan dalam berbagai menu masakan. ”Puyuh memiliki daging dengan cita rasa yang khas serta memiliki kandungan protein hewani cukup baik.” ujar Endang. baru-baru ini.

Endang menegaskan, agar peternakan puyuh tumbuh signifikan, perlu pembenahan kelembagaan usaha peternakan puyuh. Disini perlu kebijakan untuk menunjang pengembangan peternakan puyuh, kebijakan investasi untuk usaha unggas lokal tetap dipertahankan, namun perlu ditunjang dengan kebijakan yang lebih komprehensif di antaranya melalui system agribisnis puyuh dan pola pengembangan kelembagaan usaha yang lebih baik , seperti memfasilitasi pembibitan puyuh yang memadai, pengembangan system kemitraan, khususnya dalam hal pemasaran. (E-018)***