Berkat  TNI, 50 Tahun Terisolasi Warga  Jeungjing  Punya Akses Jalan

152

BISNIS BANDUNG – Ada begitu banyak jejak sejarah di wilayah Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. Salah satunya jejak bekas perang dunia II di Indonesia berupa goa di Gunung Bedug berbatasan dengan wilayah Desa Bugel Kecamatan Tomo. Goa tersebut digunakan tentara Belanda sebagai tempat militer.

“Dulu daerah ini pernah diserbu oleh tentara Belanda, selain  daerah Jeungjing juga merupakan tempat peperangan  rakyat Sumedang dengan pemberontak Darul Islam (DI) dan Tentara Islam Indonesia (TII), ” kata Abah Adun (97),g warga Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang yang  ditemui BB di kediamannya, Senin 22 Juli 2019.Menurut Bah Adun, dulu tentara Belanda menyerbu rakyat Indonesia menggunakan senjata laras lanjang dan meriam. Dalam pertempuran itu , banyak korban jiwa berjatuhan baik dari pihak Belanda maupun warga setempat.

“Di kampung Abah oge rea nu jadi korban tembak. (Di kampung Abah juga banyak yang jadi korban tembak). Tentara Belanda oge rea nu maot. (tentara Belanda juga banyak yang mati),” ucap dia.

Meski memiliki sejarah perang kemerdekaan, ujar Bah Adun, namun daerah tempat tinggalnya sudah hampir 50 tahun terisolasi. Banyak warga yang mau ke jalan raya hanya dengan mengandalkan jalan setapak. Lebih mirisnya lagi ,jika ada warga yang akan melahirkan atau sakit keras, mereka harus harus ditandu memakai kain sarung untuk pergi ke rumah sakit.

“Jalan setapak pun dibangun saat masa jabatan Kepala Desa Pak Gotun, itu pun hanya jalan satapak saja. Lebarnya kecil sekali,” tutur Abah Adun bercerita mengenai keadaan jalan di desanya.

Kini Dusun Jeungjing, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, sudah memiliki akses jalan baru dibangun , setelah 50 tahun lamanya wilayah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun dua.

Menurut Bah Adun, selama puluhan tahun zaman kemerdekaan , masyarakat mendambakan adanya jalan utama. Jjika ada jalan utama akan memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas, baik membawa hasil bumi untuk diperjual-belikan, maupun untuk bepergian ke wilayah lain.

“Alhamdulillah, berkat kepedulian TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) , sekarang kami  memiliki akses jalan. Program TMMD yang dipelopori Kodim 0610 Sumedang sudah membawa kami keluar dari keterisolasian,” ujarnya dengan suara lirih dan haru atas kepedulian TNI yang membuka isolasi  dengan membangun jalan.

Sebelumnya program TMMD ke-105 di Kabupaten Sumedang,  dibuka dengan  upacara yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, di lapangan Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Selasa 9 Juli 2019 pekan lalu.

Menurut Uu,  Program TMMD sangat positif sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Program TMMD bukan untuk memperbaiki jalan, tetapi membuat jalan yang dulunya jalan setapak menjadi jalan besar, termasuk membangun jembatan.

“Hal ini sejalan dengan program Pemprov Jabar terkait gerbang desa, yaitu membangun daerah daerah perbatasan antar desa, antar kota dan  kabupaten, sehingga jadi sejalan,” kata Uu Ruzhanul Ulun  wartawan di lokasi.
Menurut Kang Uu sapaan akrab mantan bupati Tasikmalaya ini, TMMD juga merupakan kegiatan dalam mempersatukan kekuatan  rakyat dan TNI.

“Manunggalnya, tuh, disini, dulu manunggal mengusir penjajah, melawan pemberontak. Namun, sekarang manungggal  TNI dan rakyat dalam membangun dan mengisi kemerdekaani dengan membangun desa,” kata dia.

Dibangunnya jalan dan jembatan di Dusun Jeunjing Desa Padanaan,selain mempermudah akses keluar masuk warga ke desa , juga diharapkan menumbuhkan perekonomian warga desa yang mayoritas petani.

Sementara Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh  Novianto Firmansyah S.E.,M.Tr (Han), yang terjun langsung meninjau perkembangan pengerjaan pembangunan jalan dan jembatan di Dusun Jeunjing  mengatakan,bahwa pembangunan desa terisolir ini merupakan agenda kerja TNI.

Dijelaskan Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh Noviato Firmansyah , TMMD adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI sebagai program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen  lainn.

“Titik berat program TMMD adalah  desa miskin, terisolir dan terpencil serta daerah perbatasan yang diharapkan bisa  memperbaiki taraf hidup perekonomian desa yang selama ini dirasakan mereka sangat kekurangan karena terhambat beberapa kendala di lapangan ”ujarnya.

Ditambah, tujuan kegiatan TMMD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional. (E010)***