Obyek Wisata Jatigede Masyarakat Harus Dilibatkan

21

BISNIS BANDUNG — Masyarakat wilayah Jatigede perlu dorongan dan motivasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan pengembangan desa wisata. Masyarakat  harus diikutsertakan dalam musyawarah dan pengembangan kawasan wisata Jatigede, selain dibekali ilmu pengetahuan mengenai tempat wisata.

Demikian diungkapkan Camat Jatigede, Sahna pada acara focus group discussion dengan tema Penyusunan Desain Strategis dan Rencana Aksi Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Wisata dan Komunitas Desa Kawasan Waduk Jatigede, oleh Kementrian Pariwisata RI, di Desa Cijeungjing, Kamis lalu.“Masyarakat antusias untuk mengembangkan kawasan wisata, namun mereka  berharap agar dibekali ilmunya yang belum mereka miliki , Karena mereka belum berpengalaman dalam  kewisataan,” kata dia.

Selama ini,lanjut Sahna, masyarakat sekitar perairan waduk hanya terbiasa dengan bidang pertanian. Sehingga masih belum memiliki ilmu pengembangan tempat wisata. Selain itu, masyarakat juga kurang dilibatkan dalam diskusi pengembangan wisata.

Dengan itu, kata Sahna, kegiatan diskusi sebaiknya  melibatkan masyarakat secara langsung.
Dengan adanya kegiatan diskusi, kata dia, akan menghasilkan a langkah -langkah yang bisa dipelajari dalam pelaksanaan pengembangan wisata.

“Wacana diskusi sudah bertahun- tahun diadakan tapi bila masyarakat tidak dilibatkan, tentunya, sulit untuk diterapkan. Mau tidak mau ilmunya harus ada, berbeda dengan pertanian, mereka sudah berpengalaman. Tapi kalau wisata mereka memiliki penglaman membutuhkan,” katanya.

Meski demikian, ia mengapresiasi pihak Kemenpar RI yang sudah mengadakan FGD, sebagai langkah upaya pengembangan kawasan wisata Jatigede. Sahna berupaya menyampaikan keinginan masyarakat di setiap forum.

“Kalau masyarakat dilibatkan pasti lebih leluasa, mereka mengungkapkan keinginan mereka sendiri,” tuturnya.

Diakui camat, wacana pengembangan kawasan wisata Jatigede sudah muncul sejak 3 tahun lalu. Namun kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan. Hal tersebut, menurutnya, karena masyarakat sekitar yang notabene terlibat secara langsung, belum memiliki ilmu pengembangan tempat wisata.

Menyikapi, kondisi riil pengembangan wisata dilapangan atau di wilayah Jatigede yang dinilai belum berkembang maksimal. Sahna kembali mengungkapkan, semua itu karena masyarakat belum diberdayakan.

“Ada potensi wisata yang sudah dikembangkan saja sekarang sudah menurun lagi. Contoh, seperti tempat wisata Panenjoan sekarang sudah terlihat rusak. Memang karena kondisi alam. Tapi kalau masyarakat respek kan bisa diperbaiki sampai bagus lagi,” ucapnya.

Sahna menegaskan, masyarakat di kawasan Waduk Jatigede berkeinginan kawasan Jatigede bisa jadi kawasan wisata dan masyarakatnya bisa menikmati. (E-010)***