MASDUM IBRAHIM Kecanduan Internet Menimbulkan Perilaku Psikopatologis

94

Internet merupakan salah satu bentuk evolusi perkembangan komunikasi dan teknologi yang berpengaruh pada  manusia. Salah satu akibatnya adalah perubahan yang signifikan dalam pola interaksi sosial primer antar individu. Percakapan konvensional seperti tatap muka telah tergantikan peranannya dengan internet message, video call dan social media. Hal ini terjadi karena kekurangan-kekurangan yang dimiliki komunikasi konvensional , seperti jarak dan waktu

Kemudahan yang diberikan oleh internet secara tidak langsung   menyebabkan   individu   memiliki   tingkat   kecanduan   terhadap internet  yang  tinggi  dan  cenderung  menunjukan  gejala  kecanduan  atau addict. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kecanduan internet dapat menimbulkan perilaku psikopatologis. Hasil penelitian menyebutkan,  bahwa kelompok kecanduan internet cenderung menunjukkan symptom-symptom gangguan psikologis, seperti depresi, obsesif kompulsif, interpersonal sensitivity (sensitivitas interpersonal), kecemasan, perilaku hostile (sikap bermusuhan), phobic anxiety (kecemasan/phobia), paranoid ideation (paranoid) dan psychoticism (psikotis) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tidak kecanduan internet.

Indikasi kecanduan internet telah terjadi di Indonesia, terutama ditemukan pada golongan remaja. Survei yang dilakukan Marketeers (2013) menunjukan bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi usia 15-22 tahun berkisar 42,4%, dan 84,7%  menggunakan internet melalui smartphone. Hampir 70% pengguna internet remaja menghabiskan lebih dari 3 jam sehari menggunakan internet.

Untuk mengatasi kecanduan internet harus dikaji masalah utamanya apakah bersumber dari faktor internal ataupun eksternal. Apabila bersumber pada faktor internal, diperlukan support system dari lingkungan keluarga maupun masyarakat. Apabila kecanduan internet bersumber pada faktor eksternal maka beberapa hal yang perlu diperhatikan , antara lain pola asuh keluarga yang harmonis, sekolah menerapkan metode belajar yang tepat dan keluarga melakukan pendekatan intensif pada remaja dengan menganggapnya selain anak juga sebagai teman sehingga apabila memiliki masalah anak tidak segan untuk bercerita dan meminta saran untuk menyelesaikan permasalahannya.

Keluarga sebagai pintu terdepan dalam pendidikan dan perkembangan anak sudah seharusnya memberikan contoh agar bijak dalam penggunaan internet. Berkomitmen dalam penggunaan internet untuk kegiatan produktif dan bermanfaat. (E-011) ***