Industri TPT antara Pusat dan Daerah

7

EKSPOR tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia sejak tahun 2016 mengalami kenaikan cukup signifikan. Tahun 2017 naik dibanding tahun 2016 mencapai angka 12,59 miliar dolar AS, Tahun 2018 naik menjadi 13, 27 miliar dolar AS. Pasar TPT Indonesia makin luas. Diprediksi selain pasar tradisional seperti AS, China, dan beberapa Negara ASEAN, TPT Indonesia mulai diminati pasar Afrika.

Secara nasional industri TPT masih diminati para investor mancanegara. Dilihat dari prospek pertumbuhan industri TPT membutuhkan investasi sekira Rp 74,5 triliun. Industri itu juga akan menyerap sedikitnya 4,11 juta orang. Tampaknya, TPT dalam Revolusi Industri babak 4 ini, masih tetap merupakan industri padat karya. Selama ini, di samping industri rokok, industri TPT merupakan industri paling banyak menyerap tenaga kerja, baik regional maupun lokal. Karena itu pemerntah beruasaha keras TPT terus tumbuh, paling tidak dapat bertahan, meskipun selalu mengalami guncangan. Persaingan di pasa global yang makin menantang, pada satu sisi, mampu menumbuhkan kreativitas kaum investor. Di samping kualitas dan harga yang harus teruis berpacu secara global, TPT merupakan tantangan dalam hal desain serta kejelian pasar.

Kenaikan nilai ekspor TPT Indonesia merupakan fenomena yang menarik. Masalahnya, industri tekstil dan produk tekstil sejak tahun 2014 boleh dikatakan stagnan kalau tidak dikatakan terus menurun. Di Jawa Barat, terutama, produk TPT terus menurun. Terakhir ada 17 TPT, khusus garmen yang tutup. Ada yang secara terbuka mereka melakukan relokasi pabrik dari wilayah Jawa Batray ke Jateng atau Jatim. Diperkirakan, ada sekira 100.000 tenaga kerja dari sektor TPT tiga tahun terakhir ini yang terpaksa di-PHK.

Seperti biasa, kaum investor melakukan relokasi industri, terutama akibat upah buruh. Upah minimum kota/labupaten di Jabar paling tinggi dibanding kota/kabupaten lain di P. Jawa. Rata-frata UMK di Jabar antara Rp 3 juta – Rp 4 juta perbulan/perorang. Se­dangkan bergeser sedikit ke arah Jareng atau Jatrim, UMK hanya berkisar antara Rp 1,25 jutra – Rp 2 jutra/perorang/perbulan. Belunm lagi biaya produksi di Jabar jauh lebih tinggi dibanding di Semarang dan sekitarnya.

Kebijakan lingkungan hidup di Jabar semakin ketat bahkan sangat keras. Banyak industri yang mendapat tindakan hukum akibat lemahnya pemeliaraan lingkingan hidup di pabrik. Gerakan Citarum Harum semakin gencar menutup aliran pembuangan limbah dari pabrik ke parit atau langsung ke Citarum,. Cukup banyak pabrik tekstil dan produk tekstil yang aliran pembuangan limbahnya ditutup secara paksa. Tindakan tegas Gerakan Citarum Harum itu, pada satu sisi mendapat sambutabn sangat positrif bahkan didukung masyarakat sepenuhnya. Pada pihak laln, industri panik dan berhenti berproduksi. Banyak pula yang kemudian melakukan relokasi ke tempat lain.

Pada kenyataannya, penurunan produksi TPT di Jabar selama empat tahun ini, tidak berpengaruh terlalu buruk terhadap produk TPT nasional. Kenaikan ekspor tekstil dan produk tekstil nasional menjadi salah satu buktinya.

Relokasi industri tekstil yang terjadi di Jawa Barat, tidak secara langsung berakibat hancurnya TPT Indonrsia. Bahkan nilai ekspor TPT terus meningkat dari tahun ke tahun. Kalaui kita perhatikan, industri TPT di Jabar yang tutup, tidak secara langsung berhenti berproduksi.

Banyak di antaranya yang melakukan relokasi dari kota/kabupetn yang UMK-nya tinggi, ke kota/kabupaten yang UMK-nya rendah, baik masih di kawasan Jabar maupun hanya bergeser sedikit kea rah timur. Artinya, produkstivitas TPT secara nasional tidak turun secara drastis.

Kenaikan ekspor juga sebagai dampak positif perang dagang AS-China. Ekspor TPT China ke AS dan beberapa negaraUni Eriopa, terus turun. Pasar yang kosong itu diisi oleh produk TPT Indonesia.

Kepercayaan negara pengiompor TPT dari Indonesdia mulai menaruh kepercayaan ttinggi selepas Indonesia menyelenggarakan Pemilu Seretak 2019. Internasional menilai, Indonesia aman, pemilu serentak di negara dengan penduduk 250 juita ini terselenggara dengan aman.
Hal itu membuat para investor merasa nyaman menanamkan modalnya di Indonesia. Terakhir, pasar produk TPT Indonesia di luar Amerika dan China, semakin terbuka. Negara-negara di Timur Tengah dan Afrika merupakan pasar yang baru sekarang ini disentuh Indonesia.

Justrui kawasan Timteng dan Afrika harus menjadi pasar utama ekspor Indonesia. Secaea emosional. Mereka merasa lebih dekat dengan Indonesia dibanding negara-negara Eropa, China, Jepang,dan Korea. Indonmesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbvanyak di dunia. ***