Kini Didapatkan Kota Banjar Kota Layak Anak

6

KOTA Banjar Provinsi Jawa Barat, terpilih lagi menjadi Kota Layak Anak Tahun 2019. Hampir semua kriteria yang diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terpenuhi oleh Kota Banjar. Ada 5 klaster dan 24 indikator yang harus dimiliki sebuah kota yang mengharapkan penghargaan khusus itu. Kota Banjar menyediakan berbagai fasilitas atau kemudahan bagi anak-anak. Antara lain, pelayanan administrasi kependudukan. Kota Banjar juga menyediakan fasilitas informasi layak anak, seperti ruang baca komunitas, layanan telepon sahabat anak, dan sebagaonya.

Warga Jawa Baat patut memberi apresiasi terhadap Pemerintah Kota Banjar yang dinilai sebagai Kota Layak Anak. Pemkot Banjar tidak tanggung-tanggung menyediakan fasilitas dan infrastruktur bagi pengembangan daya nalar anak-anak. Semuanya berdasarkan hasil kajian yang menukik tidak sekadar ada. Kota hasil pengembangan dari Kabupaten Ciamis itu termasuk satu dari sejumlah daerah otonomi baru (DOB) di Jawa Barat. Banyak kota/labupaten hasil pengembangan yang selama ini masih belum menemukan format yang ideal. Masih banyak yang memiliki ketergantungan keoada kota/kabupaten induk, pemprov, dan pusat.

Pemkot Banjar melihat banyak hal yang memiliki potensi untuk dikembangkan di kota barunya itu. Namun dilihat dari segi kependudukan, kesehatan, dan pendidikan, masalah anak-anak merupakan masalah masa depan bangsa.Justrui di lingkungan anak-anak itu terdapat potensi sangat besar yang parlu dikembangkan dan menjadi fokus pembangunan. :Potensi itu akan tumbuh menjadi gerakan pembangunan yang luar biasa apabila pemkot bersama masyarakat mau memfasilitasinya.

Pemkot dengan serius, berupaya menyediakan berbagai fasilitas yang sesuai dengan kriteria yang ditentukian pusat. Sesuai dengan kemampuan yang dimiliki pemkot dan warga Kota

Banjar, sedikit demi sedikit, semua fasilitas itu disediakan. Mobilitas dan semangat belajar anak-anak Banjar difasilitasi. Mereka diajak lebih aktif membaca. Didorong para orang tuanya, mereka mau membaca berbagai buku, baik fiksi maupn nonfiksi yang tentu saja sesuai dengan perkembangan jiwa anak-anak.
Kota Layak Anak itu dicanangkan Pemkot Banjar sebagai salah satu fokus pembangunan.

Banjar tidak menentukan arah pembangunan yang mengawang-awang tetapi benar-benar membumi, menapak pada tanah dan tahap kehidupan warga kota. Ketika hampir semua pemkot dan pemkab, menentukan target pembangunan menjadi kota industri otomotif, kota perdagangan, kota pariwisata, dengan fasilitas yang sangat terbatas, justru Banjar berfokus pada pembangunan manusia yang diawali dari anak-anak dan keluarga. Pembangunan yang dilakukannya diupayakan merupakan infrastruktur yang ramah anak-anak.
Tampaknya masalah anak-anak itu meruipakan fokus pembangunan yang kecil hampir-hampir tanpa arti apa-apa. Ternyata pengembangan daya nalar dan daya pikir anak-anak yang baik dan terarah, merupakan bekal masa depan yang jauh lebih dinamis.

Warga Banjar bercita-cita menjadi kota yang kelak dihuni warga kota—yang kini masih anak-anak—yang memilki fisi yang khas, maju, dan dinamis.

Tidak berlebihan apabila pemkot, pemkab, bahkan pemprov belajar ke Banjar dalam mendinamisasi kehidupan anak-anak. Kota yang layak anak itu bukan kota yang glamour, hiruk pikuk dengan kehidupan supramodern. Kota layak anak adalah kota yang mampu mengurus anak-anak, dengan menyedfiakan fasilitas memadai manakala anak-anak membutuhkan ruang bermain dan belajar. Menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai ketika anak-anak butuh bacaan yang sehat, imajinatif, dan tuntuinan keagamaan.

Selamat kepada pemkot dan warga Kota Banjar atas diraihnya penghargaan pemerintah sebagai ”Kota Layak Anak”. ***