Pemprov Jabar Diminta Realisasikan Proyek LRT

14

BISNIS BANDUNG – Meski telah dilakukan rekayasa atau perubahan jalur mulai dari jalan Pasirkaliki- Sukajadi-Setiabudi Kota Bandung dijadikan satu arah ke atas menuju Lembang, hasilnya belum mampu me­nguraikan kemacetan.

Bahkan menimbulkan kemacetan baru di jalur jalan Pasteur- Dr. Djundjunan. Belum lagi kepadatan dan kemacetan juga terjadi di jalan Soekarno Hatta terutama mulai dari Metro Trade Center (MTC) sampai stopan jalan Buah Batu.

“Hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Untuk mengatasi kemacetan beberapa ruas jalan di kota Bandung, DPRD Jabar sangat mendorong Pemprov Jabar untuk segera merealisasikan program proyek pembangunan transportasi modern Light Rail Transit (LRT) Bandung,” tutur Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar H.Daddy Rohanady dalam percakapan dengan wartawan, pekan ini.

Ia mengatakan, kebaradaan transportasi modern LRT Bandung dinilai akan mampu mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Kota Bandung dan sekitarnya. Untuk itu, DPRD Jabar akan mendorong pihak Pemprov Jabar segera merealisasikan proyek pembangunan LRT.

“ Kami menginginkan proyek LRT dapat terwujud sebelum Kereta Cepat Jakarta-Bandung beroperasional, karena jangan sampai penumpang kereta cepat nanti ketika sampai di Kota Bandung mengalami kesulitan karena kembali terjebak kemacetan, ” harapnya.

LRT merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan dan diharapkan segera terwujud. Oleh sebab itu, Pemprov Jabar dapat segera memulai pembangunan LRT, kalau mungkin sebelum kereta cepat beroperasi, pembangunan LRT sudah selesai atau berbarengan dengan kereta cepat.

Daddy menyebutkan pembahasan soal rencana dimulainya proyek pembangunan LRT sudah beberapa kali dibahas dengan mitra kerja Komisi IV maupun langsung de­ngan Gubernur Jabar. Bahkan dewan minta agar LRT ini diperluas jangkauannya tidak hanya rute pusat Kota Bandung saja.

Selain itu, setelah pembangunan LRT terwujud tentunya DPRD Jabar meminta Pemprov Jabar agar tarif yang akan dikenakan harus terjangkau bagi seluruh golongan masyarakat. Dengan, begitu sleuruh masyarakat kawasan Bandung raya, khususnya kota Bandung tidak akan lagi mengandalkan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi. Sebelumnya, di Gedung Sate,

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam rapat pimpinan memaparkan bahwa progres proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang terintegritas dengnan LRT Bandung Raya.

Adapun untuk pembiayaan pembangunan LRT sendiri akan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). (B-002)***