Jawa Barat Secara Nasional Penghasil Sampah Terbanyak

24

BISNIS BANDUNG – Jawa Barat secara nasional menjadi provinsi penghasil sampah plastik terbanyak.  Produksi sampah warga Jabar mencapai 28.000 ton/hari. Dalam tiga tahun rata-rata kenaikan 1000 ton , tercatat Kabupaten Bogor merupakan daerah tertinggi penghasil sampah plastik .

Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Meiki.W.Paendong mengemukakan, berdasar data dari Kementerian Perindustrian, konsumsi plastik meningkat sekira 5% dalam lima tahun terakhir dengan penghasil plastik tertinggi berasal dari industri makanan dan minuman, kantong plastik, produk kebersihan (sabun, sampo).

Menurut Meiki , besarnya sampah plastik , seperti di Jawa Barat tidak terlepas dari jumlah penduduknya , Jabar merupakan provinsi paling banyak penduduknya. Termasuk di Kab.Bogor.

Meningkat dan menurunnya produksi sampah , tidak hanya dipengaruhi  oleh kesadaran masyarakat tapi juga kesadaran pelaku industri. Masyarakat sudah mulai terbangun kesadarannya, sudah mulai meningkat dengan memilah sampah mulai dari rumah. “Sejauh ini , kebijakan dari pengusaha ritel mengenai penggunaan kantong plastik tidak berjalan maksimal, karena masih takut akan kehilangan konsumen. Sedangkan di pasar tradisional yang bisa dilakukan baru pada pendekatan persuasif dan kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik kepada pedagang dan konsumen. “Penggunaan kemasan plastik dan kantong plastik di pasar tradisional masih tinggi ,” ungkap Meiki , baru-baru.

Dikemukakan orang nomor satu di Walhi Jabar  , saat ini  sebagian masyarakat ada yang mendaur ulang sampah plastik dengan cara menjadikan sampah plastik menjadi barang plastik lagi, di antaranya  dijadikan sedotan, mainan anak dan kemasan plastik, kemudian membuang sampah ke TPS, sungai, tanah lapang, bahkan ke jalan umum atau dibakar. Sampah plastik,menurut Meiki , jika dibuang dampaknya akan mengganggu estetika lingkungan dan merusak ekosistem sungai dan laut. Sedangkan jika dibakar akan berdampak pada mahluk hidup karena polusi udara dari asap pembakaran sampah akan menurunkan kualitas kesehatan.

Meiki.W.Paendong menyebut, beberapa program untuk mengurangi tumpukan dan sedimentasi sampah plastik , antara lain untuk jangka pendek dengan pemberlakuan cukai plastik. Untuk jangka panjang dilakukan melalui edukasi pemilahan dan pengurangan  sampah terutama plastik dari sumbernya. “Untuk mewujudkannya, butuh modal  edukasi yang masif, komitmen dan konsistensi,  bebas sampah plastik akan terwujud. Sosialisasi dampak dan ancaman sampah plastik saat ini sudah efektif. Kelompok masyarakat, instansi pemerintah, sekolah dan kawula muda sudah mulai menerapkan pengurangan dan pemilahan sampah,” pungkas Meiki menambahkan. (E-018)***