Posisi Sekda Jabar Harus Segera Diganti

10

BISNIS BANDUNG– Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta segera menetapkan pengganti posisi Sekda Jawa Barat terkait ditetapkannya Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap izin proyek Meikarta.

“Peran sekda penting betul dalam menentukan APBD. Kalau ada penahanan maka besok lusa gubernur harus menerbitkan plh atau plt untuk sementara,” demikia pandangan pengamat hukum ulmu pemerintahan Unpar, Prof Dr Asep Warlan Yusuf SH MH kepada wartawan, Senin pekan ini.

Jika seorang sekda ditetapkan menjadi tersangka oleh penegak hukum, menurut Asep  maka harus diberhentikan sementara dan posisinya digantikan oleh pelaksana tugas (plt) atau pelaksana harian (plh) yang merupakan pejabat eselon dua.

“Bisa oleh staf ahli, oleh asisten, untuk sementara sampai dengan nanti inkrah. Kalau sudah dibawa ke pengadilan, berproses bisa panjang begitu. Nah kalau sudah jadi terdakwa, nantinya diajukannya untuk bisa jadi diberhentikan dengan tetap,” kata Asep.

Dia mencontohkan pentingnya sekda definitif ada di Pemkot Bandung saat Yossi Irianto yang menjabat sebagai Sekda Kota Bandung maju dalam pilkada.

Pemkot Bandung sempat mengalami masalah dalam menentukan APBD karena tidak ada sekda definitif.

“Untuk menentukan APBD dibutuhkan seorang sekda definitif karena sekda itu sebagai Ketua TAPD (tim anggaran pemerintah daerah),” kata dia.

Sebelumnya KPK menetapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat,  Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap izin proyek Meikarta.

“Sejak 10 Juli 2019 KPK melakukan penyidikan untuk tersangka IWK (Iwa Karniwa), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat 2015 – sekarang dalam perkara dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta pekan ini.