Desa Wisata Pemelihara Seni dan Budaya Sebagai Salah Satu Sektor Pariwisata

16

Perkembangan sektor pariwisata di Indonesia menunjukan hal yang menggembirakan. Hampir  semua wilayah Indonesia memiliki daerah tujuan wisata favorit yang di sukai oleh para pengunjung, domestik maupun mancanegara. Hal ini tidak terlepas dari keseriusan pemerintah dalam menggarap sektor yang satu ini sebagai salah satu sumber devisa  negara.Namun keterlibatan pihak swasta juga tidak bisa di pandang sebelah mata,di beberapa lokasi wisata di negeri ini,kerjasama antara pihak swasta dengan pemerintah setempat telah menciptakan sinergi yang positif dalam membangun industri pariwisata. Contoh adalah pulau Bali,ikon pariwisata indonesia ini merupakan salah satu contoh sukses  industri pariwisata yang di garap oleh pihak swasta dan pemerintah.

Meskipun belum segemerlap Bali,daerah Jawa Barat tentu saja memiliki potensi besar di bidang pariwisata,visual lansekap alamnya yang indah merupakan salah satu aset yang berpotensi sebagai daerah tujuan wisata di negeri ini selain Bali. Beberapa tahun terakhir Pemprov Jabar giat membangun sektor pariwisata ,terlihat dengan bermunculannya beberapa tempat wisata baru di daerah Jawa Barat.Berkaca dari pulau Bali,selain memanfaatkan keindahan alam sebagai asetnya, keberagaman budaya serta kearifan lokal pun berkembang begitu pesat sebagai salah satu aset industri wisata.Berbagai tradisi menarik bahkan beberapa atraksi budaya telah menyedot pengunjung .

Dalam beberapa tahun terkhir ini di Jawa Barat bermunculan sebuah fenomena , beberapa penggiat pariwisata mulai memanfaatkan keragaman tradisi serta atraksi budaya Jawa Barat sebagai aset wisata. Contohnya  di Kabupaten Kuningan , potensi utama desa wisata Cibuntu tentang kearifan lokal masyarakat dalam mengelola sumber daya alam. Di desa wisata Cibuntu masih bisa melihat anak anak kecil memainkan aneka permainan tradisional hingga melakukan atraksi budaya warisan leluhur. Ketertarikan mereka pada seni tradisi Sunda tidak bisa dilepaskan begitu saja dari proses pewarisan seni tradisi dari para sesepuh yang terus berlangsung hingga saat ini. Hampir setiap hari kita bisa melihat anak anak ini berlatih menari maupun memainkan alat musik khas Sunda selepas pulang sekolah.

Atraksi lainnya yang sangat disukai oleh pelancong ialah kearifan lokal dalam mengolah sumber daya alam jarang sekali menggunakan pupuk sintetis, selain itu dalam mengolah hasil hutan mereka hanya mengambil seperlunya saja untuk mencukupi kebutuhan, terutama untuk pakan ternak. Uniknya tempat memelihara ternak sengaja jauh dari pemukiman penduduk dan disatukan dalam satu komplek untuk menjaga sanitasi lingkungan agar tetap baik dan jauh dari penyakit.

Potensi desa wisata ini yang paling menonjol karena banyaknya situs cagar budaya , jumlahnya mungkin mencapai puluhan. Pada umumnya  situs ini berasal dari jaman Megalitikum, hal ini diperkuat oleh Pak Nana juru pelihara  yang mengatakan beberapa tahun lampau dilakukan ekskavasi serta penelitian oleh para ahli arkeologi , dari kegiatan ini  ditemukan beberapa artefak yang banyak dikunjungi kalangan masyarakat umum, peneliti maupun pelajar dan mahasiswa. (E-001) ***