Qurtami SM Sekolah Tak Pakai Sepatu

40

    Qurtami SM, S.Th.I (Sarjana Theologi Islam) lahir di Serang, 04 Desember 1977 (42), suami dari Istibah JH, SE (36) ini, kini menjabat Kepala SMK Plus Baiturrahman Kota Bandung

    Ayah dari Hasna Hudzwatillah E, Hanunah Roudotullah E, Afiqotul Azmi dan Ahmad Tholbah Mubarok Qurtami mengemukakan , tujuan awal menjadi Kepala SMK Plus Baiturrahman ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya “Khairunnas anfa’uhum linnas” karena termotivasi agar ilmu yang saya miliki bermanfaat bagi orang banyak,

    Sewaktu duduk di bangku SD Cilegon , setiap berangkat menuju sekola dia berjalan kaki, itupun tidak mempunyai sepatu karena tidak punya sepatu, jarak yang di tempuh dari rumah ke sekola sekitar satu kilometer. Setelah dia lulus SD ia melajutkan ke SMP 17 Cilegon , di SMP dia mendapatkan beasiswa.

     Saat duduk di bangku SMP perjalanan yang ditempuh dari rumah ke sekolah sekitar 10 km pulang pergi , itupun dilakukan dengan berjalan kaki , setelah lulus SMP dia melanjutkan ke pesantren Al-I’anah, dia merasakan hidup enak saat menempuh pendidikan di pesantren, milai dari masak sendiri , makan bareng teman teman dengan menu makanan seadanya, diluar kegiatan ibadah, seperti shalat dan ngaji.

     Tahun 1997 setelah lulus dari pesantren dia pindah ke Bandung dan menempuh pendidikan strata 1 di Fakultas Ushuluddin . Selama menempuh pendidikan di Bandung, dia tinggal di pesantren Modern Baiturrahman , di tempat inilah anak-anak yang kurang mampu di tampung. Setiap dia berangkat ke kampus dia tidak mempunyai uang sepeserpun, jadi dia sebelum berangkat kuliah  harus kuli (bekerja)dulu supaya mendapatkan uang itupun tidak banyak.

     Selama kuliah dia mendapatkan beasiswa dan bekerja di perusahaan besar di Bandung yakni PT . Krakatau Steel. Tahun 2002 setelah lulus dari Fak. Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) di Bandung dan setelah lulus ia kembali ke Pesantren Modern Baiturrahman dan  menjadi Kepala SMK Plus Baiturrahman . (Ridha Alimuddin) ***