Aturan SNI Ban Vulkanisir Akan Segera dibuat

11

Kementerian Perindustrian sedang menyusun aturan mengenai standar proses produksi good manufacturing practice (GMP) untuk produk ban vulkanisir. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kelangsungan industri ban vulkanisir di dalam negeri sekaligus memastikan produk tersebut aman digunakan bagi konsumen.

”Maka itu, kami akan berlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib untuk ban vulkanisir,” tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara.

Menurutnya, penerapan SNI wajib karena merupakan bagian dari Program Nasional RegulasiTeknis (PNRT) tahun 2018-2019 yang menyebutkan SNI 3768-2013 (vulkanisir ban mobil penumpang dan komersial) termasuk salah satu dari 57 SNI yang akan diberlakukan secara wajib. SNI ini berisikan SNI0098:2012 (ban mobil penumpang), SNI 0099:2012 (ban truk dan bus), SNI 0100:2012 (ban truk ringan) serta SNI 0101:2012 (ban sepeda motor).”Selama ini penerapan SNI ban vulkanisir masih bersifat sukarela. Kami meyakini, penerapan standarpada proses produksi ban vulkanisir dapat membantu kegiatan usaha yang sebagian besar adalah pelaku industri kecil dan menengah (IKM),” paparnya.

Guna menyosialisasikan rencana penerapan SNI wajib tersebut, Kemenperin melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) industri ban vulkanisir yang diselenggarakan selama tiga hari, 24-26 Juli 2019 . Kegiatan ini diikuti 20 pelaku industri ban vulkanisir dari wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Bimtek digelar di Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta. peserta juga kami perkenalkan dengan beberapa hasil inovasi dari balai di bawah BPPI tersebut,”ujar Ngakan.

Beragam jenis ban termasuk ban yang kerap dipakai untuk balapan diperkenalkan di GIIAS 2019 .

Ngakan melihat peluang bisnis industri ban vulkanisir di dalam negeri masih prospektif. Hal ini karena produk tersebut masih banyak digunakan pada kendaraan komersial seperti mobil penumpang,truk dan bus. Apalagi harga yang lebih murah menjadi daya tarik bagi pembeli untuk memilih ban vulkanisir.

”Sebab itu, quality control perlu diperhatikan dalam proses vulkanisir ban, sehingga kualitasnya terjaga untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pengguna,” imbuhnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BBKKP Agus Kuntoro menambahkan, bimtek merupakan bentuk upaya komitmen Kemenperin terhadap isu limbah ban bekas.

”Usaha vulkanisir tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan terkait ban bekas, namun juga menggerakkan ekonomi masyarakat kecil,karena sebagian besar usaha ini ditekuni oleh Industri Kecil dan Menengah (IKM),” terangnya.Selain sosialisasi, BPPI juga terus melakukan penelitian dan pengembangan terkait ban vulkanisir tersebut. Diungkapkan Kepala Baristand Industri Palembang Syamdian, Baristand Palembang telah melakukan litbang vulkanisir untuk sepeda motor dan mobil penumpang melalui proses mastikasi,vulaknisasi dan pencetakan. Selain melakukan litbang tentang perekat dan pengembangan kompon agar mutu ban vulkanisir sesuai dengan standard yang berlaku. (E-002/BBS)***