Kebutuhan Hewan Kurban di Jabar Terus Meningkat

23

BISNIS BANDUNG – Guna memenuhi kebutuhan hewan kurban  pada Idul Adha 2019 di  Jawa Barat, mendatangkan dari  luar  provinsi  karena hingga saat ini sapi dan kerbau  yang ada tidak mencukupi. Persentase kebutuhan hewan kurban dari luar itu  70 persen, khususnya dari Jatim dan Jateng  dan 30 persen stok yang ada di Jabar.

“Ruminansia besar (sapi dan kerbau) kita kekurangan, kita masih 400 ribuan ekor sapi Jabar, kalau dikurbankan habis nanti. Kita datangkan dari luar. Dari Jatim dan Jateng, mereka populasinya banyak,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan  dan Perternakan (DKPP) Jabar, Koesmayadi  Padmadinata dalam acara Jabar Punya Infrormasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (1/8/2019)

Koesmayadi memprediksi kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya menjadi 275 ribu ekor. Begitu juga sejak delapan tahun terakhir jumlah hewan ternak seperti domba, kambing, kerbau dan sapi selalu meningkat.

Pemprov Jabar akan melakukan pengawasan terhadap hewan kurban tersebut. Dan pihaknya sudah menerjunkan tim pengecekan kesehatan hewan kurban baik yang datang dari luar dan peternak lokal. Pemeriksaan meliputi kelaikan umur dan kesehatan hewan kurban.

“Harus diperiksa hewan kesehatannya. Ada pemeriksaan di pintu masuk cek poin. Pintu barat di Gunung Sindur, timur ada dua Cirebon dan Banjar. Kita juga datangi peternak,” katanya.

Sementara itu,  Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)  Jabar, Pranyata mengungkapkan sebanyak 370 dokter hewan dikerahkan untuk memeriksa kelaikan dan kesehatan hewan kurban di Jabar menyambut Idul Adha. Pemeriksaan dilakukan sebelum dan sesudah hewan kurban disembelih.

Ratusan tenaga medis itu berasal dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jabar I. Mereka diterjunkan untuk membantu tim dari Dinas Peternakan di beberapa daerah Jabar.

Seluruh dokter hewan ini bakal dilibatkan dalam pemeriksaan antemortem dan postmortem. Artinya, sebelum dan sesudah hewan kurban disembelih.

Menurutnya, pada hari H Idul Adha, sejumlah dokter hewan menitikberatkan pemeriksaan postmorten. Mereka akan memberikan pemahaman kepada panitia kurban mengenai daging yang laik disebarkan mustahik.

Ia menuturkan ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika proses penyembelihan hewan kurban. Salah satunya mencegah hewan tersebut mengalami stres yang akan berpengaruh kepada kualitas daging.

“Jadi hewan tersebut tidak boleh melihat temannya saat akan dipotong. Karena hewan ternak ini memiliki insting kesakitan,” katanya seraya menambahkan  pemisahan daging dengan organ dalam hewan kurban juga wajib dilakukan,  karena  usus merupakan tempat pertumbuhan bakteri.(B-002)***