5 Modus Tipu-tipu Curi Data Pribadi

192
5 Modus Tipu-tipu Curi Data Pribadi

HENDRA Hendrawan pemilik akun Twitter @hendralm menyebut ada sejumlah modus penjualan data pribadi yang mencakup NIK, KTP, dan KK. Berikut sejumlah modus yang dirangkum Hendra berdasarkan temuan dan sejumlah pesan singkat yang masuk ke pesan di Twitter miliknya.

“Banyak yang mengirim direct messenge ke saya, cerita beberapa modus yang digunakan untuk menghimpun data,” jelas Hendra kepada awak media di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (1/8).

  1. Pesan singkat

Pesan singkat yang menawarkan pinjaman online menjadi salah satu modus untuk mengumpulkan data pribadi warga.

“Pertama tentang tren pesan singkat yang menawarkan pinjaman online tanpa jaminan. Itu oknumnya mengirim SMS secara acak,” jelasnya.

  1. Iklan baris online

Modus lainnya adalah dengan berpura-pura menjadi pembeli, seperti pada aplikasi OLX dan Carousell. Di dua aplikasi iklan baris online ini, oknum akan berpura-pura menjadi pembeli.

Ia kemudian melakukan meminta pertukaran data, dengan dalih takut tertipu. Tapi, data yang ditukarkan oknum dengan penjual bukanlah data sebenarnya, melainkan data milik orang lain. Berdasarkan penelusuran, salah satu modusnya adalah dengan meminta foto KTP.

  1. Iklan lowongan kerja

Masih pada aplikasi OLX, modus yang digunakan selanjutnya adalah membuka lowongan kerja. Dari hasil aduan netizen, Hendra melihat bahwa oknum menggunakan akun terverifikasi untuk menjalankan aksinya. Sehingga kita tetap harus berhati-hati meskipun ada indikasi bahwa akun itu asli.

  1. Aplikasi Cek KTP

Hati-hati dengan aplikasi yang disebut bisa mengecek KTP pengguna yang beredar di Play Store.

“Ada aplikasi di Play Store dengan dalih cek KTP. Padahal itu bukan official (resmi) dari pemerintah, itu scam (penipuan) untuk mengambil data pribadi penggunanya,” katanya.

  1. Keliling minta KTP

Modus selanjutnya yang ia temukan adalah oknum yang datang ke kampus atau lingkungan warga. Mereka akan berpura-pura memberi reward dalam bentuk pulsa atau sembako, asal masyarakat mau memberikan data pribadinya.

Untuk itu, Hendra mengimbau agar masyarakat memiliki kesadaran agar tak mengumbar data pribadi mereka seperti foto KTP, KK, dan sebagainya.

“Masyarakat harus sadar tentang kepentingan data pribadinya. Sekarang banyak anak-anak yang baru punya KTP kemudian di posting di media sosial dan tanpa sensor. Gunakan lah media sosial untuk melakukan sosialisasi,” ujar Hendra.

Nama Hendra Hendrawan tengah hangat diperbincangkan sebab dia berhasil mengungkap jual beli data pribadi di jejaring sosial Facebook melalui thread di akun Twitter pribadinya.

Dia pun akhirnya bertemu dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh hari ini (1/8) didampingi dengan Direktur Eksekutif SAFE Net Damar Juniarto guna memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus jual beli data itu.

Zudan pun apreasiasi tindakan Hendra untuk mengungkap praktik gelap penyalahgunaan data pribadi.

“Saya sebagai Dirjen Dukcapil Mengucapkan terima kasih banyak kepada Mas Hendra yang sudah memberikan klarifikasi ini sekaligus membuka tabir bahwa data kita itu rentan disalahgunakan,” tuturnya. (C-003/eks)***