Nikmatnya Menyantap Makanan Vietnam Ho Chi Minh City Begitu Semarak dan Indah

41
Nikmatnya Menyantap Makanan Vietnam Ho Chi Minh City Begitu Semarak dan Indah

Jejak cengkeraman bangsa asing di Vietnam , selain Amerika Serikat bisa dilihat di Ho Chi Minh City. Di masa lalu, Vietnam sempat diduduki Perancis selama hampir 100 tahun hingga tahun 1954. Sisa-sisa peninggalan Perancis masih bisa dilihat dari bangunan-bangunan cagar budaya yang hingga kini masih terawat dengan baik.

Beberapa bangunan bersejarah,  seperti Central Post Office, Kantor Pos di pusat Kota Ho Chi Minh City yang dibangun awal abad ke-20 bergaya arsitektur gotik, sampai saat ini masih difungsikan sebagai Kantor Pos Pusat. Hanya sepelemparan batu dari gedung Kantor Pos, berdiri megah  Notre-Dame Katedral , Gereja dengan tinggi kubahnya lebih dari 58 meter , memiliki dua menara lonceng  . Keindahan arsitektur Katedral Notre Dame  menjadi pilihan favorit warga Vietnam untuk berfoto prewedding dan menikah . Bangunan cantik dengan gaya arsitektur Eropa lainnya adalah Opera House dan City Hall Vietnam. Gedung cantik yang dibangun pada masa kolonial Perancis antara tahun 1902-1908 ini sekarang lebih dikenal dengan nama Ho Chi Minh City People’s Committee Head office.

Selain bangunan-bangunan kuno peninggalan masa kolonial Perancis, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menonton salah satu pertunjukkan seni yang telah ada sejak ratusan tahun lalu, yakni “Water Puppet Show”. Sebuah pertunjukkan seni wayang Vietnam yang telah ada sejak abad ke-11.

Selama kurang lebih 15 menit kita akan dihibur pertunjukan boneka kayu yang bergerak-gerak  lincah di atas kolam air diiringi musik khas Vietnam. Pertunjukan itu bercerita tentang orang-orang Vietnam yang menanam padi, memancing atau menampilkan tarian tradisional mereka. Bagaimana boneka – boneka kayu itu dikendalikan dan bisa bergerak lincah di atas air membuat kita berdecak kagum dengan kreativitas seni yang dimiliki leluhur bangsa Vietnam.

Di samping itu , kebiasaan orang Indonesia saat melancong ke luar negeri adalah berbelanja. One stop shopping untuk wisatawan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Ben Thanh Market Ho Chi Minh City. Pasar ini menjual beragam suvenir untuk dibawa pulang ke tanah air. Mulai dari camilan khas Vietnam, hiasan, pernik unik, hingga perhiasan mutiara yang indah bisa ditemui di tempat ini. Udara di dalam pasar sedikit panas karena penjual dan pembeli yang penuh sesak. Jika berniat belanja dalam jumlah yang banyak, usahakan untuk berkeliling melihat-lihat harga dari penjual satu ke yang lainnya, karena perbedaan harga di pasar ini bisa lumayan jauh dari penjual di lorong satu dengan lorong di dekatnya. Selain di Ben Thanh market, suvenir yang telah dikemas rapi dan harganya relatif murah bisa juga kita temui di kantor Pos Pusat / Central Post Office. Waktu terbaik untuk mengunjungi Vietnam adalah saat “Tet New Year” atau Imlek. Saat di mana lampu-lampu kota yang cantik, rangkaian bunga raksasa yang dibentuk naga atau bentuk-bentuk lainnya menyulap Ho Chi Minh City (dulu Saigon) menjadi begitu semarak dan indah. Kemudian lezat dan enak, dua kata yang bermakna sama untuk melukiskan nikmatnya menyantap makanan Vietnam.  Wisatawan Muslim tidak akan menemukan kesulitan untuk mendapatkan makanan halal di Vietnam, karena banyak sekali makanan laut yang bisa dijumpai di restoran . Mulai sayuran hingga ikan laut, semua memiliki cita rasa khas Vietnam yang sangat cocok dengan lidah orang Indonesia. Orang Vietnam gemar sekali menaburkan potongan-potongan kecil serai ke dalam masakan mereka dan keharuman serai itu menambah nafsu makan semakin menjadi. Rata-rata perempuan Vietnam memiliki kulit yang cantik dan bertubuh langsing. Rupanya salah satu rahasia kecantikan kulit dan tubuh mereka adalah kegemaran mereka menyantap sayuran, buah-buahan dan ikan laut. (Diah dari Vietnam) ***