Pasar Ternak Tanjungsari Sumedang Mendatangkan Hewan Qurban Dari Bali

176
Pasar Ternak Tanjungsari Sumedang Mendatangkan Hewan Qurban Dari Bali

BISNIS BANDUNG – Para pedagang hewan qurban  di pasar hewan Tanjungsari Sumedang, mulai disibukan dengan aktifitas jual beli hewan qurban setiap hari Selasa dan Sabtu dalam. Harga Sapi dan domba yang dijual pedagang di pasar  mengalami kenaikan dari harga biasanya.

Di akui para pedagang hewan Tanjungsari, saat ini ada kenaikan harga jual sapi, domba maupun kambing, namun kenaikannya tidak terlalu tinggi, hanya mengalami kenaikan antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000.

Haji Pepen pedagang domba asal Tomo Sumedang mengatakan, saat ini harga domba yang berada di pasaran harga standarnya sekitar Rp 2 sampai Rp 3 juta / ekornya, bahkan ada yang Rp 4 juta, tergantung dari berat dan jenis domba.

“Harga domba saat ini memang ada kenaikan, tapi ngak ada yang perlu dikhawatirkan, normalnya antara Rp2 juta sampai Rp3 jutaan, ya mungkin karena musim qurban jadi naraek, tapi bagi saya sebagai pedagang maupun pembelimah ngak ada masalah, masih wajar naek 100,200 rebu mah teu aneh,”ujar H. Pepen di pasar hewan Tanjungsari Sumedang Selasa siang, (6 Agustus 2019).

Bagi Sarsa penjual sekaligus peternak sapi di daerah Tanjung merasa tidak ada yang istimewa dengan kabar naiknya harga hewan qurban, soalnya itu sudah lumrah, bahkan diakui Sarsa tidak mengganggu proses jual beli jelang hari raya Idul Adha. Menurutnya Sapi karkas (hidup) standar harga menjelang Idul Adha berada pada kisaran Rp 65.000/kilogram, jadi kalau bobot satu ekor sapi 300 kuintal dikalikan Rp 65.000  sama dengan harga Rp 19.500.000.

“Biasa itu mah kang soal kenaikan harga mah, biasanya kita jual dengan harga pasaran aja dari peternak hingga sampai ke pembeli, pasang harga normal Rp 19. 500.000 dengan berat sapi sekitar 3 kuintal, sekarang  banyak sapi  yang dari Jawa didatangkan kesini, hampir semua harganya normal kalaupun ada kenaikan itu tambahin ongkos kirim,”kata Sarsa.

Pasar hewan Tanjungsari sudah ramai oleh pembeli sejak dua minggu lalu, mendekati hari H (Qurban), biasanya penjual hewan membawa ternaknya lebih dari satu, kadang sampai lima domba, pedagang sapi biasanya membawa dua ekor, kalau kekurangan biasa mendatangi tempat peternakan yang tidak jauh dari lokasi  pasar.

Berbeda dengan tempat penjualan sapi musiman, seperti untuk qurban yang berada di wilayah Paseh blok Asem Rt 32 Rw 8 Desa Bongkok Kecamatan Paseh Sumedang ini, di pasar ini menyediakan jenis hewan qurban berupa sapi Bali. Sapi Bali tidak jauh berbeda  sapi pada umumnya, namun untuk indukan sengaja didatangkan khusus dari Bali untuk diternakan di Sumedang. Sapi Bali oleh peternak Sumedang banyak di jual ke wilayah Jabodetabek, selain di Sumedang.

Haji Jaja Rahmat, pemilik peternakan sapi Bali mengaku, sama sekali tidak terpengaruh dengan kabar kenaikan harga hewan untuk qurban, sebab dirinya sudah mempunyai pelanggan sendiri yang selalu datang ke tempat peternakannya, baik itu dari Sumedang maupun dari luar Sumedang.

Jaja mengatakan, harga sapi Bali sama dengan harga harga sapi dari Jawa Tengah maupun sapi lokal Sumedang, namun perbedaannya hanyalah ongkos kirim yang sesuaikan dengan jarak tempat tujuan pengiriman.

“Harga sapi Bali sama saja, cuman beda di ongkos pengiriman dihitung jarak dari sini ke tempat tujuan, semua sama gak ada perbedaan yang menonjol, saya juga tau kabar harga hewan qurban termasuk sapi naik, ya… naik juga gak jauh jauh amat,”ujarnya.
Haji Jaja memang khusus menyediakan sapi buat qurban, sesuai keinginan pembeli, dari berat 2 kuintal sampai yang  mencapai 5 kuintal, sapi- sapi yang dibeli dari  H.Jaja sudah melalui pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan masing masing sapinya memiliki sertifikat layak  jual, karena H.Jaja juga tidak mau sapi yang dijualnya tidak layak atau berpenyakit.

“Semua sapi sapi disini punya sertifikat dari Dinas Peternakan Sumedang, saya gak mau jual sapi  yang tidak layak untuk potong (kurban), apalagi penyakitan, dosa lah,”ujarnya. (E- 010) ***