Ungkap Kasus Jual Beli Data NIK dan KK di FB

12
Ungkap Kasus Jual Beli Data NIK dan KK di FB

KASUS pelanggaran data privasi belakangan ini kembali mencuat. Setelah seorang warganet bernama Christian Samuel Hendrawan atau akun Twitter @hendralm mengungkap adanya tansaksi jual beli data pribadi secara ilegal di grup Facebook.

Postingan tersebut pun langsung viral di mana ia menyebutkan bahwa ada yang memperjualbelikan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Pria yang akrab disapa Hendra pun berkesempatan untuk menceritakan kronologi kasus tersebut usai diskusi publik soal pelanggaran privasi di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

“Awalnya bikin thread iseng tapi karena banyak informasi penting jadi diterusin aja jadiin thread padahal itu awalnya tweet biasa. Karena ada yang nanya datanya buat apa, ya saya lanjutin aja terusin,” kata dia.

Dia juga mengatakan jika dia mendapatkan beberapa data tersebut setelah bergabung digrup Facebook setelah mengetahui temannya telah ditutup dengan dalih tiket pesawat murah. Nama grup tersebut lanjut dia adalah Dream Market Official.

Tentang aktif tidaknya grup tersebut, Hendra mengatakan, “kata yang nge-DM mas aktif, tetapi sekarang ganti nama sama pengaturannya dari tertutup jadi secret (rahasia)”.

Menurut Hendra anggota grup tersebut mencapai jumlah yang tidak sedikit yakni 71 ribu orang.

“Terus ada juga yang bilang selain grup itu ada juga grup-grup yang lainnya. Ada yang mention kaya gitu,” kata dia.

Lebih lanjut, Hendra juga mengatakan jika alasan dia untuk mengungkap kejadian tersebut karena masyarakat saat ini masih kurang teredukasi masyarakatnya soal data pribadi.

“Waktu dulu juga pernah datang ke kampus pura-pura minta data diri, KTP difotoin selfie terus cuma dikasih pulsa Rp25 ribu,” kata dia bercerita.

Lebih lanjut Hendra juga menepis kabar jika sebelumnya dirinya dilaporkan oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. Dia menegaskan jika dirinya telah bertemu dengan Zudan dan menjelaskan data-data yang ditemukan.

“Yang dilaporkan di sana itu pelaku, bukan saya sebagai pemilik thread. Di sana saya jelasin dari mana data-data jual beli KK dan NIK KTP bukan dari pemerintah. Mereka dapat data dari satu dari SMS, jadi spam SMS nawarin pinjaman online tanpa jaminan, syaratnya KTP dan selfie dengan KTP sebenarnya itu bohongan,” jelas Hendra.

Kedua, Hendra melanjutkan jika oknum juga berpura-pura sebagai pembeli di situs jual beli online.

“Nanti pura-pura jadi pembeli terus minta data diri kita karena tidak percaya, nanti tukeran data dirinya, padahal data dirinya itu ambil juga (mencuri data yang lain) gitu,” kata dia.

Dia melanjutkan, ketiga buka situs lowongan pekerjaan di OLX juga, yang akunnya sudah ada tanda bintang (verified) di OLX.

“Itu ada 180 iklan dari satu iklan, ceritanya pura-pura mau melamar tapi dikasih link, Google Form untuk kasih data diri kita terus upload foto selfie,” katanya.

“Keempat ada aplikasi di playstore, kayak nama cek KTP itu official bukan dari pemerintah, memang aplikasinya untuk scam, ambil data diri kita. Terus ke kampung-kampung bawa sumbangan bilangnya dari pemerintah dengan bawa sembako. Nanti si orang (yang diberi sembako) itu harus selfie dengan KTP dan KK-nya,” pungkas dia. (C-003/BBS)***