Disnakertrans Jabar Buka Peluang Kesempatan Kerja dengan Palau

29

BISNIS BANDUNG- Sebagai sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik, Palau dikenal sebagai destinasi pariwisata yang sangat disukai wisatawan asal Jepang dan Amerika Serikat. Negara dengan populasi sekitar 24 ribu penduduk ini,  dikunjungi  lebih dari sejuta wisatawan setiap tahun.

“Kondisi ini menyebabkan kebutuhan pekerja migran terutama di bidang hospitality, konstruksi, perikanan, dan kesehatan sangatlah tinggi, “ kata Kepala Disnakertrans Jawa Barat, MA Afriandi, dalam siaran persnya, pekan ini.

Dinakertrans  menyambut peluang perluasan kesempatan kerja dan pengiriman pekerja asal daerah ini. Peluang tersebut muncul dalam rangkaian negosiasi perjanjian perbatasan laut antara Indonesia dan Palau, di Bogor.

Diketahui, sebuah Informal Business Talk antara Delegasi Pemerintah dan Senat Palau dengan Disnakertrans Jawa Barat  belum ini berlangsung  yang  digagas Direktur Perjanjian Perbatasan Internasional Kementerian Luar Negeri, Bebeb Djundjunan, serta mantan Menaker dan Menperindag, Fahmi Idris, membicarakan kemungkinan kerjasama ekonomi ke depan antara Palau dan Indonesia, khususnya tenaga kerja yang berasal dari Jawa Barat.

 “Sebagai negara yg menjadi bagian dari mikronesia di Samudra Pasifik, Palau merupakan gerbang masuk ke negara-negara  pasifik lainnya. Sehingga, kerja sama ekonomi dengan Palau menjadi hal yang sangat strategis,” ujarnya.

MA Afriandi mengungkapkan pihaknya akan segera menindaklanjuti kerja sama ini dengan kunjungan ke Palau dalam waktu dekat, bersamaan dengan peringatan hari kemerdekaan Palau,1 Oktober. Disnakertrans Jabar akan menyelenggarakan Employment Business Meeting di Palau dua bulan mendatang.

Jawa Barat, diakuinya   memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Palau yang dititikberatkan pada sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan. Jawa Barat pun memiliki wilayah berbatas luar lautan, dari  Kabupaten Subang, Cirebon dibatas utara hingga Sukabumi, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Kabupaten Pangandaran di batas selatan.

“Batas luar lautan ini memiliki komunitas nelayan.  Sehingga, memiliki kesesuaian dengan industri aquaculture atau budi daya ikan yang dikembangkan Palau,” ucapnya.

Menurut dia, kesempatan Jawa Barat utk mengirimkan pekerja migran ke Palau bisa mencapai 4.000 hingga 6.000 orang per tahun. Selain itu, peluang untuk melakukan ekspor berbagai produk juga sangat terbuka.

Ia menjelaskan, upaya diplomatik dengan membangun hubungan bersama berbagai negara yang memerlukan pekerja migran merupakan bagian dari program Migran Juara. Program Migran Juara terdiri atas beberapa sub program utama, di antaranya pembangunan bank job; , pendataan dan pengrekrutan tenaga kerja; peningkatan kompetensi; dan  penempatan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri. (B-002)***