Jawa Barat Penghasil Domba Terbesar  Disokong Potensi Siap Dikembangkan

116

BISNIS BANDUNG – Litbang Dewan Pengurus Pusat Himpunan Peternak Domba dan Kambing (HPDKI) Indonesia, Dr.Ir.Denie Heriyadi, S.U menyebut, Indonesia memiliki potensi menjadi negara penghasil domba di dunia. Saat ini jumlah domba di Indonesia mencapai 16.462.274 ekor , sekitar 10.714.663 ekor (65 %) di antaranya berada di Jawa Barat. Di Indonesia terdapat berbagai rumpun domba yang siap untuk dikembangkan, basis ekosistem yang sangat luas dan variatif, SDM yang menunjang untuk pengembangannya, dan SDA yang menunjang untuk pengembangan domba.

Dikemukakan Denie , Jabar merupakan salah satu provinsi dengan populasi domba yang paling tinggi di Indonesia, apalagi Jabar memiliki rumpun domba eksotik yang sangat digemari (domba Garut), sehingga bila dikembangkan Jawa Barat merupakan daerah yang paling potensial.”Kebijakan swasembada domba, tidak ada kebijakan khusus,” ungkap Denie , Selasa (13/8/19) di Bandung.   Menurutnya , pertumbuhan domba walaupun tidak terjadi penurunan populasinya, tapi pertumbuhannya relatif jalan di tempat. Faktor yang mempengaruhi domba berkembang biak 2,6 kali lebih cepat dibanding sapi, pemanfaatan daging domba terus berkembang.

Dikatakan, saat ini domba sudah swasembada.Target swasembada sudah tercapai sejak lama tinggal mempertahankan dan mengembangkan. Untuk mempertahankan swasembada, Pertama kembangkan perbibitan domba (tidak terdapat UPT pembibitan nasional.Kedua , perlu terus menambah ketersediaan bibit untuk pembiakan dan bakalan yang bekelanjutan. Manfaat swasembada domba antara lain sebagai income tambahan untuk peternak, menambah devisa negara, memperluas lapangan kerja, ketahanan gizi berkualitas tinggi dan mencerdaskan masyarakat.

Denie menyebut, sentra produksi domba di Jawa Barat tersebar di Garut , Bandung, Sumedang , Sukabumi, Purwakarta, Tasik,  Ciamis , Bogor, Subang, Cianjur dan, Majalengka serta Karawang dan Cirebon. “Di daerah tersebut, sesuai dengan sebaran  geografisnya, kualitas dagingnya sangat baik,”ungkapDenie Heriyadi yang juga  sebagai Lektor Kepala Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Fapet Unpad) seraya menjelaskan, negara target pasar domba dari Indonesia/Jawa Barat , yakni Malaysia (sekira 60.000 ekor dan Timur Tengah 3.600 ekor). Potensi ekspor ini cukup tinggi, khususnya dari Jabar, Jatim dan Jateng.

Ditambahkan Denie, advokasi untuk peternak domba  di Jabar maupun di Indonesia sangat diperlukan dari pemerintah dalam memberi perlindungan untuk kondisivitas usaha domba di Indonesia, advokasi yang dilakukan berupa pelatihan-pelatihan untuk beternak domba . (E-018)***