Dorong Industri Kreatif ke Kalangan Milenial

31

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), kembali menggelar Creative Talk sebagai kick-off dari kegiatan pengembangan kewirausahaan melalui program Creative Business Incubator- Bali Creative Industry Center (BCIC) di Bandung, Jawa Barat.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, melalui event rutin ini, pihaknya bertekad untuk terus berupaya menumbuhkan sektor industri kreatif di dalam negeri. Sebab, selain mendorong peningkatan jumlah wirausaha baru, industri kreatif juga berperan penting dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

“Kami secara rutin telah melaksanakan berbagai event untuk memberi ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satunya dengan acara Creative Talk sebagai kick-off dari kegiatan pengembangan kewirausahaan melalui program Creative Business Incubator-Bali Creative Industry Center,” ujar Gati di Jakarta kemarin.

Dia menyampaikan, melalui acara ini pihaknya ingin membagikan pengetahuan kepada peserta tentang strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, dan peningkatan motivasi dalam berwirausaha. “Adanya event ini bisa meningkatkan minat generasi muda atau generasi milenial dalam berwirausaha dan semangat untuk terus mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Apalagi berdasarkan data statistik Badan Ekonomi Kreatif 2016, Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki share produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap PDB ekonomi kreatif sebesar 11,81. Selain itu, pada 2016, Jawa Barat menempati urutan pertama dari 10 provinsi yang memiliki kontribusi ekspor ekonomi kreatif terbesar, yaitu sebesar 31,96%.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi Provinsi Jawa Barat cukup besar, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” tuturnya. Gati menyampaikan, pihaknya melihat Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki komitmen yang sangat besar terhadap perkembangan ekonomi kreatif.

Pemprov Jawa Barat bisa terus mendorong pertum buhan ekonomi kreatif ini melalui sektor-sektor industri dengan komoditas unggulan lokal, seperti kerajinan dan fashion.

Dengan demikian, pengembangan wirausaha muda untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif melalui pengembangan sektor industri dapat menjadi sumber peningkatan kekuatan ekonomi Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan survei khusus ekonomi kreatif BPS dan Bekraf pada 2016, produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif ter catat Rp922,59 triliun dengan kontribusi terbesar terdapat pada subsektor kuliner, fashion, dan kerajinan.

Gati menjelaskan, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif subsektor kriya dan fashion, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA telah mendirikan Bali Creative Industri Center pada 2015.

“BCIC kami hadirkan sebagai wadah bagi para pelaku indus tri kreatif kriya dan fashion untuk mengembangkan usaha dalam konteks meet share collaborate di mana para pelaku bisa bertemu, berbagi pengalaman dan ide kreatif sehingga pada akhirnya bisa berkolaborasi untuk menciptakan karya bersama,” jelasnya.

Dia juga meyakini, program Creative Business Incubator yang ada di BCIC mampu mencetak wirausaha muda di sektor industri kreatif kriya dan fashion. (C-003/RA)***