Dorong UMKM Transaksi Nontunai Berbasis Digital

13

PERUSAHAAN rintisan (startup) PT Aiqqon Triarta Mas mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan industri kreatif melakukan transaksi pembayaran nontunai berbasis digital melalui smartphone. Untuk tahap awal, perseroan menggandeng koperasi karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Dengan aplikasi Aiqqon, pelaku UMKM dan industri kreatif bisa menerima pembayaran dari kartu kredit, debit, dan alat pembayaran lainnya seperti LinkAja,” kata Direktur Utama PT Aiqqon Triarta Mas, Thomas Nugroho di BEI, Jakarta, Senin (15/8/2019).

Thomas Nugroho mengatakan, saat ini transkasi nontunai di Indonesia masih kecil atau 10 persen dari total transaksi. Di sisi lain, jumlah mesin Eletronic Data Capture (EDC) masih minim dan sulit diraih UMKM. “Mesin EDC di Indonesia hanya 1,1 juta unit. Sementara pedgaang (UMKM) yang bisa akses EDC hanya sekitar 600.000. Dengan aplikasi Aiqqon yang diinstal di smarphone, mereka tidak butuh mesin EDC untuk bertransaksi,” kata Thomas Nugroho.

Thomas Nugroho mengatakan, pertumbuhan UMKM dan industri kreatif Indonesia signifikan menyumbang porsi pada product domestic bruto (PDB) dibandingkan sektor lain. “Maka dengan dilakukannya efisiensi dalam proses transaksi pada UMKM diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarThomas Nugroho.

Thomas menjelaskan, aplikasi Aiqqon memberikan alternatif proses transaksi berbiaya murah, universal, mobile dan fleksibel. “Dengan aplikasi ini, konsumen dapat memilih alat pembayaran, termasuk kartu kredit, kartu debit dan uang elektronik, baik yang diterbitkan bank penerbit maupun berbagai penyedia uang elektronik di Indonesia,” kata Thomas Nugroho.

Dia mengatakan, untuk menggunakan aplikasi ini, UMKM tidak dipungut biaya. “Untuk mendapatkan EDC diperlukan waktu 14 hari kerja, sedangkan dengan Aiqqon cukup install di smartphone dan sudah bisa menerima pembayaran kredit, atau debit,” kata Thomas Nugroho.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Indonesia (KEIN) Arif Budimanta  mengatakan, dua masalah yang dihadapi UMKM adalah akses pasar dan permodalan. Menurutnya, upaya Aiqqon mengembangkan pembayaran berbasis digital dan landing, akan menambah kesempatan UMKM untuk meningkatkan akses pasar. “Ini dampaknya akab bagus pada omzet UMKM,” kata Arif Budimanta.

Selain itu, aplikasi Aiqqon juga bisa menjada alternatif pembiayaan bagi UMKM. “Dalam jangka panjang, Aiqqon bisa berkembang dan diterima oleh UKM di seluruh Indonesia,” kata Arif Budimanta. (C-003/BBS)***