Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Informatika Dunia

15

INDONESIA berhasil menyabet empat medali dalam ajang Olimpiade Informatika Internasional (International Olympiad in Informatics – IOI) 2019. Empat siswa SMA yang maju dalam kompetisi ini berhasil meraih 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu di kompetisi dunia itu.

Keempat pelajar itu adalah Abdul Malik Nurokhman dari SMA Semesta Semarang yang berhasil memperoleh medali emas. R. Fausta Anugrah Dianparama dari SMAN 1 Yogyakarta dan Vincent Ling dari SMA Pribadi Bandung berhasil meraih medali perak. Serta Moses Mayer dari SMA Jakarta Intercultural School yang mendapatkan perunggu.

Penyelenggaraan kompetisi yang memasuki tahun ke-31 ini digelar pada 4-11 AgustusĀ  2019 di Baku, Azerbaijan. Ajang kompetisi yang dilaksanakan setiap tahun, kali ini diikuti oleh 380 peserta dari 88 negara,

Dalam kompetisi ini tiap negara berhak mengirimkan 4 pelajar tingkat sekolah menengah. Dengan demikian, seluruh kontingen pelajar yang dikirimkan Indonesia berhasil menorehkan prestasi di ajang tersebut.

Secara umum, posisi tiga besar pada kompetisi ini dipegang oleh peserta dari Amerika Serikat, Rusia, dan China. Sementara Indonesia ada di posisi 16 yang berhasil mendapat emas, posisi 68 dan 77 untuk medali perak, dan posisi 126 untuk medali perunggu.

Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie menyatakan dukungan yang besar atas keikutsertaan pelajar Indonesia di kompetisi ini.

“Kemenangan ini merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki para pemuda yang pintar dan luar biasa berprestasi. (Hal ini) membuktikan bahwa indonesia merupakan bangsa yang besar yang tidak kalah dengan negara lain, jelasnya, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima berbagai sumber, Senin (12/8).

Yugo Kartono Isal (Komite IOI Indonesia) menyatakan bahwa keikutsertaan pelajar indonesia di ajang kompetisi internasional informatika ini sudah diikuti sejak tahun 1993. Indonesia berhasil

memperoleh emas pada tahun 1997, 2008 dan 2019. Tercatat, tahun lalu Indonesia berhasil mendapat tiga perak dan satu perunggu.

“Prestasi Indonesia di Baku kali ini merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai selama ini mengingat soal-soal yang diujikan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi” ujar Yugo.

Dalam kompetisi ini, setiap peserta dituntut untuk memecahkan soal-soal yang cukup sulit yang mengharuskan kecepatan berpikir dan tingkat kreatifitas yang tinggi dalam membuat pemograman komputer, masalah-masalah logika dan informatika. (C-003/Bbs)***