Rabeg Kuliner khas Banten Semula Menu Makanan Orang Arab

89

Rabeg merupakan masakan yang berasal dari Jazirah Arab, lalu menyebar di Banten .Rabeg terbuat dari daging kambing dengan bumbu sederhana. Rasanya gurih dan tidak terlalu berbahaya untuk yang menderita kolesterol karena makanan ini tidak memerlukan santan dalam proses pengolahannya. Rabeg sendiri merupakan makanan berbahan dasar daging atau jeroan kambing yang dimasak dengan bawang merah, bawang putih, lada putih, biji pala, kayumanis, jahe, lengkuas, salam, sereh dan  cabe rawit. Terciptanya hidangan khas Banten ini berawal dari perjalanan Sultan Maulana Hasanuddin yang pergi berhaji pada Abad ke-17. “Sang Sultan” mendarat di sebuah kota wilayah Kerajaan Saudi Arabia bernama Rabiq. Kota tersebut adalah sebuah kota kuno yang sebelumnya bernama Al Johfa. Pada awal abad ke-17, kota ini hancur karena ombak, dibangun kembali menjadi kota indah dengan nama baru yaitu Rabiq. Mendarat di sana, Sultan Banten sangat terkesan dengan keindahan kota itu. Sang Sultan pun sempat dihidangkan masakan daging kambing dengan bumbunya yang memikat lidah.

Sejak saat itulah, hidangan beraroma khas Timur Tengah itu menjadi hidangan yang wajib dihadirkan di hadapan penghuni istana secara turun temurun. Kini, rabeg menjadi hidangan bagi masyarakat Banten di pesta-pesta besar. Karena tidak ada yang mengetahui nama masakan tersebut akhirnya nama Rabiq pun melekat pada masakan itu, hingga akhirnya kini disebut dengan rabeg. Zaman dahulu, rabeg adalah hidangan wajib di istana Kesultanan Banten.Salah satu warung makan yang menyediakan hidangan ini ialah Rabeg H Naswi Magersari telah berjualan sejak tahun 80-an. Warung makan yang berlokasi di Jalan Mayor Syafei No. 30 Serang ini mengolah masakan rabeg dengan cara tradisional. Masakan berkuah yang berbahan dasar jeroan kambing ini memiliki rasa yang sangat gurih dan lezat,makin sedap disantap selagi masih hangat.Rasanya yang agak pedas selalu menjadi incaran para pecinta kuliner.

Ada rasa pedas dalam rabeg,hal ini berasal dari campuran rempah rempah seperti biji pala,jahe,lengkuas,cabe rawit,dan kayu manis.Semua rempah ini dipercaya merupakan obat untuk menghangatkan tubuh sekaligus penetralisir kandungan lemak yang dibawa oleh daging kambing.Guna menggantisipasi bau prengus pada kambing digunakan daun salam serta bunga lawang.Rabeg biasanya disajikan terpisah dengan nasi putih dan pelengkap acar mentimun.  Para wisatawan dari luar Banten banyak yang terpikat dengan kelezatan kuliner dengan bahan daging kambing ini.Pada setiap akhir pekan ataupun hari libur Warung makan H Naswi banyak dikunjungi oleh para pelancong dari luar daerah.Untuk satu porsi Rabeg di bandrol dengan seharga Rp 17.000 hingga Rp 20.000. Kini siapa sangka makanan yang dulu hanya di konsumsi oleh kalangan bangsawan Banten  menjadi ikon kuliner masyarakat Banten. (E-001)***