Teori dan Praktik Keselamatan Untuk “Bikers” Moge

33

Pentingnya keselamatan dalam berkendara motor merupakan prioritas tertinggi bagi setiap anggota bikers. HDCI Bandung berinisiatif langsung dan mengajak para bikers untuk terlibat dalam perhelatan Ethical Riding & Medical First Responder yang berlangsung di Hanggar SATHAR 16 Lanud Husein Sastranegara  Bandung . Kegiatan yang digagas  HDCI Bandung ini, diikuti 125 peserta yang merupakan para penghobi motor Harley Davidson yang datang dari berbagai anggota dari seluruh Pengcab HDCI di Jawa Barat. Pelatihan dan kampanye Safety Riding ini guna menumbuhkan kesadaran berkendara yang aman bagi keselamatan jiwa.

Acara safety riding ini diawali dengan pengenalan dan informasi tentang peraturan dan tata tertib lalu lintas yang diberikan oleh Dikyasa Satlantas Polrestabes Bandung. Ada yang berbeda dalam pelatihan safety riding ini. Ada sesi pelajaran mengenai pertolongan pertama Medical First Responder . Bagaimana langkah- langkah pertolongan pertama para bikers jika menghadapi  korban sebuah kecelakaan yang dipandu secara gamblang oleh Instruktur dari SAR Nasional.

Dalam acara sosilalisasi mengenai safety riding ini pula, diberikan penjelasan teori seputar tata cara berkendara yang aman, nyaman, dan memprediksi serta meminimalisir resiko-resiko kecelakaan yang akan terjadi di jalan raya. Materi teori yang diberikan sangat lengkap, dan semua dibutuhkan para pengendara moge atau Harley yang notabene punya bobot cukup berat.

Pelatihan atau pengenalan dasar tentang Safety Riding seperti logika, fungsi rem, waktu reaksi, jarak tempuh titik berhenti, sumber perlambatan, persnelling, keseimbangan, kecepatan, posisi tubuh, lintasan, dan kontrol emosi, diberikan secara lugas oleh Jusri Pulubuhu yang notabene adalah Instruktur utama yang berkecimpung di JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting). Jusri yang berinteraksi langsung dengan para bikers, langsung mempraktekannya dilapangan, dalam bentuk pelatihan pengereman mendadak, membuat putaran pendek, bahkan melewati beberapa rintangan.

“Kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahmi seluruh Pengcab HDCI se-Jawa Barat serta menjadikan klub HDCI di tanah Pasundan ini tetap solid, bersatu dan ada dalam suasana yang kondusif. Program Safety Riding ini akan terus berlanjut disetiap tahunnya, mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan skill para bikers mengenai berkendara yang baik di jalan raya,”ujar Glenarto  Ketua HDCI Bandung.

Ketua HDCI Pengda Jabar  Jonni BS Nugroho mengatakan, Safety riding mungkin sebagian orang menganggap hal yang biasa. Tetapi menurut saya  safety riding ini sangat penting sekali. Karena kalau tidak dilatih akan lupa dengan hal-hal yang kecil. Hal kecil itu biasanya menyangkut masalah etika. Kita mumpuni main motor dan kalau kita tidak punya etika dan tidak menghargai pengguna jalan lainnya adalah percuma. Itu yg harus lebih kita tingkatkan sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki anggota HDCI yaitu mempertahankan nilai  inklusif dan menghargai pengguna jalan yang lain. Tentunya dengan safety riding ini kita mengingatkan satu sama lain dan solid serta guyubnya antar anggota akan semakin kuat.

“Keselamatan adalah prioritas utama bagi bikers di mana pun berada tanpa memandang latar belakang. Intinya jika kita ingin aman dan nyaman dijalan raya, yaitu pola pikir kita bagaimana berinteraksi dijalan raya, tidak eksklusif tetapi inklusif ,membaur dengan pengendara jalan lainnya dan tidak ada hak prioritas,”ujar Jusri Pulubuhu Pimpinan Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

(E-002)***