Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Amelia Ulfah Sopandi

21

Polres Sukabumi Kota, gelar rekonstruksi pembunuhan dan perkosaan terhadap Amelia Ulfah Sopandi Jumat pagi. Sebanyak 22 adegan diperagakan oleh tersangka di dua tempat berbeda, yakni lokasi saat pelaku menghabisi korban, dan berbuat asusila di Sukaraja, dan lokasi saat tersangka membuang jenazah korban, di Jalan Sarasa, Cibeureum, Kota Sukabumi.

Adegan demi adegan di peragakan oleh tersangka RH, mulai dari tersangka berhenti di Lokasi Kejadian, hingga jenazah korban dibuang di areal persawahan di Jalan Sarasa, Cibeureum, Kota Sukabumi. 22 Juli lalu. Dari rekonstruksi tersebut terungkap, jika tersangka didalam angkutan umum minibus, Cianjur Bogor, mencekik dan memeperkosa korban di Daerah Sukaraja, kemudian tersangka membuang jenazah korban di areal persawahan di Jalan Sarasa, Cibeureum, Kota Sukabumi dalam kondisi setengah telanjang. Rekonstruksi tersebut, menjadi tontonan warga yang penasaran ingin melihat tersangka membunuh dan memperkosa korban, di tempat kejadian.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mencocokan dan melihat kesesuaian antara berbagai alat bukti, keterangan saksi, tersangka, dan termasuk hasil otopsi yang diterima dari kedokteran forensik rumah sakit. Selain itu, rangakaian dari perbuatan tersangka saat rekonstruksi benar, dan sesuai dilakukan pada saat kejadian, serta menguatkan pada saat di persidangan.

Sementara itu, selama rekonstruksi berlangsung, keluarga korban ikut menyaksikan proses rekonstruksi dari awal hingga akhir. Tampak terlihat ibu korban meneteskan air mata, saat tersangka memperagakan  membunuh dan membuang jasad korban di sawah. Pihak keluarga pun menuntut tersangka di hukum seberat-beratnya.

Tersangka di jerat pasal berlapis, yakni pencurian dengan kekerasan, pemerkosaan, termasuk penganiayaan hingga korban meninggal dunia. Dengan ancaman diatas 15 Tahun penjara dan hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

 

Budi Setiawan, Bandung Tv.