Erupsi Mulai Berdampak Pada  Lingkungan Sekitar Tangkuban Parahu

54

Erupsi gunung tangkuban parahu, yang masih terjadi, mulai berdampak pada lingkungan sekitar dan aktivitas warga. Areal perkebunan teh di kawasan Parongpong, mulai ditutupi hujan abu vulkanik tipis. Sementara sebagian warga mengaku, mulai merasakan iritasi mata dan mengalami gangguan pernapasan, akibat abu yang tertiup angin.

Seperti inilah abu vulkanik tipis, yang menempel di daun teh milik PT Perkebunan Nusantara 8, yang berlokasi di kawasan Parongpong,Bandung Barat. Abu vulkanik dari erupsi kawah gunung tangkuban parahu, tertiup angin ke arah parongpong. Jarak antara perkebunan teh dengan lokasi erupsi, sekitar 4 Kilometer.

Bahkan di beberapa areal perkebunan, abu vulkanik tebal menempel di daun teh, sehingga belum bisa dipetik oleh petani. Selain menutupi areal perkebunan teh, abu vulkanik tipis juga mulai berimbas ke warga, yang tinggal di lereng gunung, terutama para pencari kayu bakar atau rumput.

Sebagaian warga mengaku, sejak erupsi terjadi, warga mulai merasakan iritasi mata dan juga gangguan pernapasan, akibat hembusan abu vulkanik tipis.

Meski mulai terimbas dampak erupsi PVMBG sudah mengeluarkan peringatan jika masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada. Pasalnya radius bahaya erupsi belum berubah yaitu sejauh 1,5 Kilometer, dari bibir kawah atau lokasi erupsi. Warga yang berada diluar radius yang dikeluarkan oleh PVMBG, tetap bisa beraktivitas seperti biasa, meski harus menyiapkan masker atau menggunakan kacamata, agar tidak iritasi terkena abu vulkanik tipis yang tertiup angin.

Algi Muhamad Gifari, Bandung Tv.