“Prasasti Kebon Kopi I” yang Bernilai Kesejarahan

27
“Prasasti Kebon Kopi I” yang Bernilai Kesejarahan

PRASASTI Kebon Kopi I terletak di Kampung Muara, termasuk wilayah Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor. Prasasti ini  ditemukan pada abad ke-19, ketika dilakukan penebangan hutan untuk lahan perkebunan kopi.

Oleh karena itu prasasti ini disebut   Prasasti Kebon Kopi I. Hingga kini prasasti tersebut masih berada di tempatnya ditemukan (in situ). Prasasti ini berada pada koordinat 106°41’25,2″ Bujur Timur dan 06°31’39,9″ Lintang Selatan dengan  ketinggian 320 m di atas permukaan  laut.

Area situs ini  merupakan  kawasan  pertemuan tiga  sungai, yaitu Sungai Ciaruteun di selatan, Sungai Cisadane di Timur, Sungai Cianten di Barat, serta muara Sungai Cianten yang bertemu  dengan Sungai Cisadane di utara. [2] Lokasi  ini berjarak  sekitar 19 kilometer ke  arah Barat Laut  dari  pusat  Kota Bogor menuju  ke arah  Ciampea. Kondisi  jalan menuju lokasi cukup memadai, tetapi dari  jalan raya belum dilengkapi  dengan penunjuk  jalan.(Wikipedia)

Prasasti dipahatkan di atas sebuah batu datar dari bahan andesit berwarna kecoklatan berukuran tinggi 69 cm, lebar 104cm dan 164 cm. Di permukaan batu dipahatkan sepasang  telapak kaki gajah dan  mengapit sebaris tulisan  berhuruf  Palawa dalam Bahasa Sanskerta.

Pada tahun 1863, Jonathan Rig, seorang tuan tanah pemilik  perkebunan kopi di dekat Buitenzorg (kini Bogor), melaporkan penemuan prasasti di tanahnya. Penemuan prasasti ini dilaporkan kepada Batavia asch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (kini Museum Nasional Indonesia) di Batavia (kini Jakarta). Karena itulah prasasti ini disebut prasastiKebon Kopi.(Wikipedia).

Di kawasan situs Ciaruteun ditemukan beberapa prasasti. Prasasti Kebon Kopi I adalah salah satu dari tiga buah prasasti di kawasan ini yang penting nilainya bagi kesejarahan Kerajaan Tarumanagara (abad ke-5-7 M). Dua prasasti lainnya adalah Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Muara Cianten, keduanya ditemukan tidak jauh dari  prasastiini.

Prasasti Kebon Kopi I dan Prasasti Ciaruteun telah ditata dan diberi cungkup (atap pendopo peneduh). Sebenarnya  ada pula Prasasti Kebon Kopi II yang pernah ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi  ini, namun  kini  prasasti Kebon Kopi II telah hilang.

Prasasti Kebon kopi dipahatkan pada salah satu bidang permukaan batu yang berukuran cukup  besar.  Prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta yang disusun kedalam bentuk selokametrum Anustubh yang diapit sepasang pahatan gambar telapak kaki gajah. (Wikipedia)

Teks:

~ ~ jayavisalasyaTarumendrasyahastinah ~ ~

Airwavatabhasyavibhatidam ~ padadvayam

Terjemahan:

“Di sini tampak tergambar sepasang telapak kaki …yang seperti Airawata, gajah penguasaT aruma yang agung dalam….dan (?)  kejayaan.(E-001)***