Program UMKM Juara Percepat Naik Kelas

9
Program UMKM Juara Percepat Naik Kelas

BISNIS BANDUNG – Program usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM) juara dipastikan trendnya akan positif, pasalnya stakeholder yang dilibatkan, yaitu para pendamping UMKM nya sudah diseleksi  dengan  berbekal  keahlian  produksi, SDM, pemasaran hingga keuangan  yang siap  dengan UMKM untuk bisa naik kelas.

“Kategori UMKM nya pun disyaratkan untuk yang minimum melebihi omzet 300 juta per tahun bisa mengikuti program ini,” kata Pendamping  UMKM Juara, Arief Yanto Rukmana, ST, MM  kepada Bisnis Bandung, Ahad (18/8/2019) di Bandung.

Calon peserta Program UMKM Juara adalah UMKM yang memiliki visi dan niat sungguh-sungguh untuk menjalankan usaha, memiliki SDM yang memadai, potensi pasar, dan lain-lain. Kategori Peserta UMKM Juara bidang Fashion Konveksi dan Foods, Beverages juga jasa salon yang memiliki produk untuk pameran.

Program UMKM Juara merupakan dan merujuk program yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat sebagai salah satu program unggulan untuk mencapai Jabar Juara Lahir Batin melalui inovasi dan kolaborasi. Proyeksi pertumbuhan ditahun 2019 diharapkan dapat bersaing dan menuju pemasaran internasional dengan naik prosentase penjualannya.

Secara kualitas peserta program umkm juara sudah tersaring secara administratif dan studi kelayakan yakni untuk pelaku wirausaha dengan usaha teridentifikasi  ” sudah berjalan” menuju pengembangan. Dan kuantitas peserta program UMKM Juara mengkerucut dan tersaring jumlahnya. Indikatornya adalah aspek-aspek prasyarat dalam bisnis seperti, minimum omzet, jumlah tenaga kerja, perizinan, pencatatan keuangan, penguatan diri hingga pengembangan usaha.

Arief Yanto Rukmana ST.,M.M mengemukakan, yang mempengaruhi trend UMKM  juara nya naik adalah  sosialisasi program kepada pelaku usaha untuk ikut serta dalam program dan indikatornya pencapaian target UMKM juara dalam keberhasilan naik kelas bisnis, dari mulai pencatatan keuangan, penguatan sistem usaha, pemanfaatan teknologi informasi, perluasan jaringan pemasaran, hingga bertambahnya SDM produksi.

“Kemungkinan turun, tentu ada jika terjadi inefisiensi dalam pelaksanaan program yang tidak tepat sasaran, seperti UMKM yang sudah omzet diatas 300 juta, kadang tidak terlalu membutuhkan program ini, namun dapat diatasi dengan sosialisasi benefit dan urgensi untuk terhubung dalam ekosistem bisnis, dan pemerintah dalam hal ini sudah menggaungkan program Pentahelix – ABCGM”, ungkapnya.

Database minim

Arief yang juga Dosen Kewirausaan di STIE STAN dan STMIK Indonesia Mandiri Kota Bandung ini mengemukakan, berdasarkan analisis dan pengamatan, kelemahan dari program umkm juara adalah database UMKM yang ada masih minim. Namun dengan cepat dan tanggap oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil provinsi Jawa Barat diperbaiki melalui stakeholder yaitu para pendamping, koordinator pendamping, dari kota/kabupaten hingga wilayah provinsi kini sudah mencukupi target peserta bahkan berlebih. Juga kualitas UMKM yang tergabung kini cukup untuk menjadi andalan program ini

Ciri khasnya yang paling membedakan antara peserta program  wirausaha baru (WUB) dengan UMKM juara adalah kualitas grade dari peserta, omzet nya dan kualitas para pendampingnya. Juga ciri khas dari UMKM Juara adalah target pasar hingga kemancanegara khususnya Asean. Pemerintah Jawa barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil provinsi Jabar menyiapkan pameran luar negeri bagi peserta UMKM yang mengikuti program sampai akhir dan lolos dalam kurasi.

Program WUB Jabar juga telah mencatat rekor kesuksesannya dengan jumlah pelaku usaha yang begitu banyak, program WUB diklaim menghasilkan wirausaha baru yang memiliki produk berkualitas dan berdaya saing, produk produk wirausaha makin baik dari kemasan nya, hingga kualitas mutu produknya. Sedang UMKM juara adalah “next level” nya dari program Wirausaha Baru Jawa Barat.

Indikator suksesnya adalah program ini dapat membantu wirausaha untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja, menciptakan peluang kerja baru di industri yang  mereka bangun, kapasitas produksi yang meningkat, selain kuantitas juga kualitas, pemasaran makin luas, penguatan manajemen, hingga bertambahnya SDM dalam usaha yang mereka bangun, turut berkontribusi membangun ekonomi masyarakat, dengan terbangun nya ekosistem bisnis yang saling berhubungan dan menguatkan.

Program ini pun diharapkan menjadi stimulus untuk menggerakkan  ekspor produk UMKM dan produk dalam negeri mampu bersaing dengan kompetitor di luar negeri.

Pengusaha muda bidang kuliner dan konveksi ini pun menyatakan, Kota Bandung menjadi salah satu kota yang cukup berhasil dalam pembinaan UMKM nya yang menjadi percontohan program UMKM Juara, karena kolaborasi dari UMKM, akademisi, komunitas, media, pendamping, koordinator pendamping, dinas koperasi dan usaha kecil.

Kebijakan yang ideal untuk diaplikasikan di Jawa Barat untuk menggenjot/menumbuhkmbangkan/mengoptimalkan program UMKM juara yakni kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha, menurunkan beban biaya ekspor dan meningkatkan bea masuk impor barang luar negeri, dan mendukung menumbuh kembangkan gerakan kewirausaan nasional, membuat program khusus untuk melatih dan menaikkan mutu produk standar nasional.

Tujuan target pasar untuk WUB adalah dalam negeri, sedangkan untuk UMKM juara mentarget pasar dan promosi hingga mancanegara di akhir program nya, sehingga komponen untuk persiapan penguatan usaha di prioritas dan di perhatikan. Potensi dalam era revolusi industri 4.0 ini peluang penjualan ke mancanegara cukup mudah dan efisien harga nya pun bisa di optimaalkan dengan website dan branding yang menarik namun tetap kualitas tentu diutamakan, costumers lebih percaya kepada kualitas yang terbaik dan merek/.brand.

Ditegaskan Arief  aplikasi program WUB  dan program UMKM Juara, tidak bersinggungan karena program WUB Jabar berlangsung dari tahun 2014 hingga 2018 dan dilanjutkan dengan program UMKM Juara.

“Ketika para ahli di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil merumuskan program ini sudah didesain, agar tak tumpang tindih dengan program lain, namun saling mengisi dan melengkapi memberikan layanan dan manfaat untuk pelaku usaha, dapat memperoleh benevit istimewa dengan mengikuti program yang diselenggarakan pemerintah untuk percepatan naik kelas bisnis”, tuturnya.(E-018)***