Sepatu “Sneakers” Mengerek Gengsi

77
Sepatu

Bisnis Bandung — Kepala Balai Pengkajian Industri Persepatuan – BPIPI Republik Indonesia, Heru Budi Susanto mengemukakan, Saat ini sepatu yang paling banyak diburu oleh konsumen sepatu, yakni sepatu jenis “sneakers” atau sepatu kets. Peminat sepatu sneakers, sejak empat tahun belakangan ini  meningkat dikisaran 50  sampai  70%.

Konsumen menyukainya lantaran banyaknya kolaborasi apik antara merek sepatu dengan orang-orang terkenal, sehingga membuat trend sepatu ini tetap terjaga, simple, nyaman, casual dan stylist  dapat digunakan dalam segala kegiatan atau multifungsi, perkembanganya up to date, diburu kolektor sepatu sneakers

Kisaran harga untuk sepatu sneakers sangat beragam dari paling murah 300 ribu, hingga 30 juta pun ada. Sepatu sneakers ngetren di kalangan anak muda pada usia 14 – 30 tahun, dan diminati juga  orangtua atau setengah baya usia 40 – 60 tahun.

“Peminat sepatu sneakers mulai dari kalangan bawah hingga menengah ke atas. Saat ini sepatu sneakers tak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tapi juga sarana mengerek atau meningkatkan gengsi,” jelasnya.

Dia menyebut untuk kisaran harga hingga mencapai puluhan juta, merupakan bukti bahwa sneakers digunakan sebagai instrumen untuk mengerek status sosial, karena multifungsi maka sepatu sneakers digandrungi baik pria maupun wanita.

Sneakers dianggap sebagai sepatu yang nyaman dan selalu “Eye catching” dengan gaya pakaian apapun. Ini alasan mengapa anak – anak muda sangat suka menggunakan sepatu sneakers.

Selain itu sneakers juga dapat disesuaikan dengan kegiatan apapun sehingga tidak membutuhkan banyak sepatu untuk berbagai aktivitas. Anak – anak muda sekarang diuntungkan dengan pilihan sneakers saat ini yang tidak hanya fungsional, tetapi juga tetap stylist.

Sepatu sneakers bisanya diproduksi oleh pabrikan dalam jumlah yang cukup besar. Namun karena trend menunjukkan perkembangan yang cukup positif dari tahun ke tahun maka IKM sepatu juga merambah pada produksi sneakers.

Bahkan sekarang sneakers lokal telah berhasil menerobos celah pasar di antara dominasi merek  global saat ini. Sebut saja Nah Project, Saint Barkley, Men’s Republic, Pijakbumi, Word Division, Brodo, Forever Young Crew, dan Geoff Max.

Sepatu saat ini bukan hanya berfungsi sebagai alas kaki tetapi sudah merupakan trend fashion bagi sebagian besar orang. Apalagi dengan perkembangan sepatu yang sangat cepat dengan model – model yang eye catching dan menarik.

Dikatakannya, pada dasarnya kecenderungan konsumen memilih sepatu lebih ke desain yang ekslusif dan kekinian. Sneakers yang saat ini sedang trend yaitu “dad sneakers” atau “chunky snaekers” identik dengan sol yang tebal dan siluet yang “chunky”.

Heru mengungkapkan, konsumen wanita lebih banyak memiliki sepatu karena biasanya wanita akan mencocokkan penampilan. Wanita akan menggunakan sepatu yang berbeda – beda sesuai dengan aktifitasnya.

Sebagai contoh saat menghadiri acara resmi atau pesta sepatu yang digunakan akan berbeda dengan pada saat liburan. Selain itu wanita akan memadupadankan semua asesoris yang dikenanya dengan sepatu yang sesuai. Misalnya dengan mencocokkan warna antara baju, tas dan lain sebagainya.

Kini produk  lokal tidak kalah oleh luar negeri. Bahkan banyak merk lokal yang sudah mencuri pasar internaional misalnya Pierro, Tomkins, Bro.do, Carvil , Geoff Max, Some Are Thieves, Edward Forrer, Txture, dan masih banyak brand – brand nasional yang diakui oleh Internasional. Hal ini membuktikan bahwa kualitas sepatu lokal  tidak kalah bersaing dengan produk yang berasal dari luar negeri,(E-018)***