Sumber Air Tirtawening Kota Bandung Menyusut 

113
Sumber Air Tirtawening Kota Bandung Menyusut

BISNIS BANDUNG – Meski produksi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirtawening Kota Bandung  dinilai cukup normal, masih mengolah sesuai dengan kapasitas produksi  antara 2400 lps hingga 2600 lps, namun yang menjadi  perhatian besar  adalah dalam memasuki bulan kemarau sekarang.

Berdasarkan data,  sudah terjadi penurunan tinggi level muka air sebanyak 8 m di Situ Cipanjunjang dan 5,5 m di Situ Cileunca sebagai sumber air baku PDAM Tirtawening. Dibandingkan dengan tahun lalu memang relatif sama, hanya saat ini untuk produksi air baku masih relatif stabil.

Meski demikian, pihak PDAM Tirtawening mengklaim, untuk pendistribusian aliran air kepada pelanggan masih cukup normal, adapun keluhan pelanggan itu hanya bersifat kasuistik, jadi masih dapat ditanggulangi oleh petugas wilayah terkait dengan melaksanakan pengecekan langsung ke lapangan.

“Data sementara belum terekap wilayah mana yang terkena dampak dari kemarau atau pasokannya terganggu, karena masih sedikit permintaan bantuan gratis melalui tangki air minum PDAM Tirtawening,” ucapnya.

Menurutnya, perlu dipahami bahwa PDAM hanya sebagai operator yang mengeloh air baku untuk menjadi air bersih yang disalurkan kepada pelanggan, untuk kewajiban penyediaan sumber air baku merupakan kewenangan pemerintah pusat, kota dan daerah.

PDAM Tirtawening memaksimalkan air baku sesuai dengan kapasitas produksi yang ada, memastikan unit unit produksi bekerja secara maksimal serta akan melaksanakan pengiliran aliran air apabila diperlukan sesuai dengan jadwalnya. Dan akan memberikan bantuan gratis tangki air minum apabila ada pelanggan yg terdampak pada musim kemarau ini.

“Untuk saat ini, masih relatif sedikit permohonan bantuan tangki air karena perkiraan kami, mungkin nanti ketika puncak musim kemarau prakiraan sekitar akhir Agustus atau bulan September biasanya permohonan bantuan lumayan signifikan,” katanya.

Ia mengimbuhkan, saat ini pasokan tangki air bersih kepada warga/konsumen yang membutuhkan,  bisa dikatakan dapat mencukupi, karena PDAM Tirtawening Kota Bandung mengirimkan bantuan tangki dengan kapasitas 3000 liter dan 5000 liter. Kualitas air tangkinya sama dengan air produksi PDAM karena telah melalui tes laboralatoriun intern PDAM (LPKL) secara berkala.

“Gratis untuk pelanggan yang terdampak gangguan aliran air nya pada musim kemarau, prosedurnya silahkan menyediakan koordinator dilapangan dengan menyertakan 10 rekening pelanggan PDAM sebagai bukti pelanggan PDAM, dapat di sampaikan melalui humas atau berkoordinasi langsung dengan petugas wilayah pelayanan terkait. Bantuan ini juga dapat berlaku untuk masyarakat umum tentunya harus dengan bersurat dengan diketahui aparat kewilayahan setempat,” ujarnya.

Bantuan tangki air minum untuk konsumen, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan armada PDAM, tidak ada quota namun diseleksi/koordinasi dengan wilayah sesuai kebutuhan.

“Kendala  di lapangan tak ada tempat yang cukup luas untuk penyaluran air tangki, karena banyak juga wilayah atau daerah yang tidak dapat diakses oleh mobil tangki air minum dengan keterbatasan ruas jalan, kemudian dengan armada terbatas kadang lalu lintas yang tidak bisa di prediksi sehingga menyebabkan lamanya pengiriman bantuan ke pelanggan,” pungkasnya. (E-018)***