Tantangan & Harapan Jabar Menuju Provinsi Pariwisata

9
Tantangan & Harapan Jabar Menuju Provinsi Pariwisata

DALAM miladnya  yang ke-74   yang  jatuh pada Senin, 19 Agustus 2019,  Provinsi Jawa Barat bertekad untuk  fokus  dalam pembangunan  lima tahun ke depan  akan memprioritaskan  sektor pariwisata  dan ekonomi kreatif.  Kedua  sektor  tersebut  sangat diharapkan lebih maju lantaran  ditunjang oleh potensi  yang ada, meski  masih  menjadi tantangan  dan harapan untuk merealisasikannya  secara optimal.

Mengapa  pembangunan Jawa Barat secara umum diarahkan kepada pengembangan industri pariwisata, ekonomi kreatif dan digital.  Alasannya  karena salah satu yang ditargetkan adalah meningkatnya besaran pendapatan asli daerah (PAD) Jabar yang bersumber dari sektor tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi mengatakan bahwa Jabar masih memiliki sejumlah tantangan untuk mewujudkan mimpinya menjadi provinsi pariwisata.

Ia menyebut perbaikan demi perbaikan pada berbagai aspek dinilai masih perlu dilakukan. “Baru dicanangkan tahun ini bahwa Jabar ingin jadi provinsi pariwisata. Tentunya tantangannya banyak, bukan hanya kontribusi yang ingin didapatkan, tapi kami juga ingin menitikberatkan pada perbaikan, “ tuturnya.

Infrastruktur jalan menuju tempat wisatanya juga harus dikembangkan, dan (tempat tersebut) harus dibuat menjadi tempat wisata yang menarik. Itu juga tantangan yang harus dilakukan selain ingin mencapai kontribusi yang besar, ungkapnya.

Pemprov Jabar berkomitmen mengembangkan potensi pariwisata ini agar bisa menjadi pendorong kekuatan ekonomi di kabupaten/kota. Pada saat yang sama, diharapkan pula Jabar bakal menjadi Provinsi Pariwisata di Indonesia.

Salah satu infrastruktur penting pariwisata adalah bandara. Bandara berskala internasional merupakan salah satu infrastruktur yang sangat diandalkan dalam jagat pariwisata internasional.

 Ia menjadi gerbang utama masuknya para wisatawan mancanegara, dan sekaligus menjadi representasi secara umum citra negara maupun citra kota yang mereka kunjungi. Agar Jabar menjadi destinasi utama pariwisata di Indonesia, fasilitas serta pelayanan di bandara internasional yang ada di Jabar tentu saja perlu terus ditingkatkan sehingga benar-benar prima.

Di sisi lain, kualitas jalan dan sarana transportasi dari bandara menuju kawasan dalam kota serta luar kota juga perlu terus dibenahi. Infrastruktur pariwisata lainnya yang harus mendapat perhatian adalah gedung konferensi dan pameran.

Bisnis prospektif

Sebagaimana diketahui, industri konferensi dan pameran merupakan salah satu sektor bisnis sangat prospektif yang tumbuh dengan cepat dalam kancah pariwisata global dewasa ini.

Selain menciptakan banyak lapangan kerja dan menarik devisa, sektor ini menjanjikan pendapatan sangat menggiurkan.  Berdasarkan data dari International Congress and Convention Association (ICCA), saban tahunnya, terdapat sedikitnya 400.000 konferensi dan pameran yang digelar di seluruh dunia dengan total pengeluaran ditaksir sekitar 280 miliar dollar AS.

Dari jumlah tersebut, menurut the Global Association of the Exhibition Industry (UFI), industri konferensi dan pameran setidaknya dapat meraup pendapatan total sekitar 1,16 triliun per tahun.

Karenanya, industri ini diyakini mampu membawa keuntungan ekonomi sangat besar bagi kota-kota yang menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi dan pameran. Nah, salah satu persoalan utama yang dihadapi Jabar dalam mengembangkan wisata konferensi dan pameran ini yaitu hingga kini masih banyak kota di Jabar yang sama sekali belum memiliki gedung konferensi dan pameran (convention center) yang representatif dan berkelas internasional.

Padahal, salah satu faktor mahapenting dan mutlak guna mengembangkan serta memajukan industri konferensi dan pameran adalah adanya convention center yang representatif dan bertaraf internasional. Di samping aspek yang terkait dengan infrastruktur fisik seperti dicontohkan di muka, yang juga wajib menjadi bahan perhatian Pemrov Jabar adalah soal infrastruktur lunak dalam sektor pariwisata berupa pendidikan dan pelatihan.

Program-program pendidikan dan pelatihan secara rutin dan sinambung bagi para pekerja di sektor pariwisata harus senantiasa mendapat prioritas pula. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menaikkan standar profesionalisme serta pelayanan di sektor jasa kepariwisataan di Jabar.

Tentu saja, untuk bisa menyediakan infrastruktur pariwisata yang semakin prima, Pemprov Jabar tidak bisa berjalan sendirian. Kerjasama harmonis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dengan dilandasi keseragaman visi maupun misi, diperlukan dengan tujuan pokok yakni membangun dan memajukan industri pariwisata Jabar yang memihak kepada pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan. Nah ! (B-002)***