Bekraf Targetkan Ekraf Bisa Sumbang Rp 1.200 Triliun ke PDB

19
Bekraf Targetkan Ekraf Bisa Sumbang Rp 1.200 Triliun ke PDB

KEPALA Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, pada tahun 2019 pihaknya akan menggenjot sumbangan untuk produk domestik bruto ( PDB) Indonesia mencapai Rp. 1.211 triliun. “Tahun 2019 minimal ada kenaikan Rp 100 triliun,” kata Triawan saat ditemui seusai acara Bincang Ekrafpreneur di Aula Universitas Padjajaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Lebih lanjut Triawan menjelaskan, sumbangan 16 subsektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara terus menerus meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2017 lalu, tercatat ekonomi kreatif menyumbang PDB hingga Rp. 1.000 triliun dan meningkat menjadi Rp.1.105 triliun di tahun 2018.

“Kita akan genjot dari semua subsektor secara merata,” tuturnya.

Meski demikian, Triawan mengatakan pada tahun depan ada tiga subsektor ekonomi kreatif yang akan menjadi prioritas untuk didorong selain tiga subsektor yang sudah menjadi unggulan karena menyumbang PDB untuk Indonesia paling tinggi di antara sub sektor lainnya.

“Kuliner, fashion dan kriya itu masih menjadi subsektor unggulan. Film, musik dan aplikasi games menjadi subsektor prioritas,” tuturnya.

Triawan menambahkan, salah satu subsektor ekonomi kreatif yakni industri perfilman Indonesia, saat ini bisa dikatakan mulai bangkit.

“Industri film itu subsektor yang kecil kontribusinya, tapi ternyata pertumbuhannya tinggi mencapai 10 persen,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatka industri perfilman Indonesia, kata Triawan, adalah mencabut Daftar Negatif Investasi di Indonesia agar para investor baik investor asing atau investor lokal bisa terbuka untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Tahun ini jumlah penonton film Indonesia di bioskop mencapai 46 juta. Target kita tahun 2019 mencapai 50 juta,” tandasnya. (C-003)***