Dian Dermawan, AMd: Tetap Berbuat Baik dan Rendah Hati

49

DIAN DARMAWA, lahir di Sukabumi pada tanggal 25 Februari 1978 silam. Suami dari Nia Sofhia (38 tahun) ini, kini menjabat sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah – KPAID Kabupaten Bandung Barat. Profesi lainnya yakni Pengurus anak yatim piatu di wilayah Batujajar serta Pengusaha Pariwisata Perhotelan di Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Pria yang bertitel AMd tersebuit mengemukakan, tertarik gabung di KPAID Kabupaten Bandung Barat, karena awalnya bersama rekan rekan merasa was-was dan prihatin terhadap situasi yang terjadi terhadap anak-anak, sehingga muncul gagasan untuk bergabung dalam wadah resmi yang menaungi khusus permasalahan hak hak anak.

“KPAID Kabupaten Bandung Barat terbentuk di tahun 2019 ini, secara tupoksi kita berkiprah untuk melindungi dan mengawasi hak hak anak yang berada di Kabupaten Bandung Barat”, ungkapnya kepada Bisnis Bandung , (26/07/19).

Orang nomor satu di KPAID Kabupaten Bandung Barat ini mengemukakan, menjadi Ketua merupakan pilihan langsung dari rekan-rekannya. Meski KPAID Kabupaten Bandung Barat masih seumur jagung, tetapi Dian Dermawan AMd dan rekan rekan telah berkomitmen untuk melakukan perlindungan dan pengawasan hak hak anak di Kabupaten Bandung Barat.

“Kami semua tertarik dan merasa tertantang untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa, terutama yang berada di wilayah kerja kami. Total komisioner sebanyak 9 orang, terdiri dari Ketua, Wakil Jetua dan beberapa bidang, kalau untuk jumlah tentu saja tidak cukup untuk melakukan pengawasan seluruh wilayah, tetapi nantinya akan dibentuk pokja di tiap kecamatan agar informasi terkait masalah anak dapat segera tersampaikan,” paparnya.

Ayah dari T.Putri Dermawan (20 tahun), Ferdy Putra Dermawan (13 tahunn) dan Shafira Dania Putri Dermawan (11 tahun) ini mengemukakan, untuk saat ini KPAID Kabupaten Bandung Barat belum mendapat/ada penghargaan, karena kita baru muncul, walaupun penghargaan tersebut bukan suatu tujuan, tetapi dengan kinerja kita semoga kedepannya hal tersebut bisa tercapai.

“Pengalaman menarik selama menggeluti profesi/menjabat sebagai pengurus/ketua KPAI yakni pada saat pendampingan anak, kita akan merasakan bahwa yang kita dampingi seolah anak kita yang harus kita lindungi dan kita selamatkan, sehingga kita sekuat tenaga memperjuangkan hak anak tersebut. Selama ini belum ada pengalaman negatief, dan semoga masyarakat merasa terbantu dengan adanya kita.”

Dian Dermawan, AMd mengutarakan, ia akan terus aktif di KPAID Kabupaten Bandung Barat. Kepengurusan KPAID Kabupaten Bandung Barat sesuai aturan masa jabatan selama 5 tahun, bila sudah 5 tahun diadakan penjaringan kembali dan semua dikembalikan lagi kepada panitia seleksi untuk pemilihannya. Sebelum menjadi Ketua KPAID Kabupaten Bandung Barat, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris BPC PHRI Kabupaten Pandeglang pada saat mengelola hotel di kawasan Pantai Carita Kabupaten Pandeglang.

Penganut moto hidup tetap berbuat baik dan rendah hati  ini mengutarakan, ada beragam manfaat yang dirasakan dengan menggeluti profesi/jabatan sebagai pengurus/Ketua KPAI KBB. Diantaranya yakni banyak silaturahmi yang terjalin dengan masyarakat maupun dengan dinas terkait, dan alhamdulilah banyak saudara, ungakpanya.

Selain menggeluti profesi/menjabat sebagai pengurus/Ketua KPAI KBB, saat ini profesinya yakni menjalankan usaha perhotelan. Menurutnya cara membagi waktunya tentu saja disesuaikan dan dikoordinasikan dengan komisioner lain sehingga kegiatan bisa berjalan lancar.

“Anak anak diberikan kebebasan memilih karir sendiri dan tentu saja tidak lepas dari pengawasan dan bimbingan kita, untuk anak yang kedua dan ketiga saat ini menggeluti dunia entertainment, acting, iklan maupun presenter, dan saya tetap menekankan kepada mereka agar tetap rendah hati, yang paling berjasa tentu saja yang pertama orang tua, selanjutnya istri.”

Penggemar warna biru ini mengimbuhkan, ada beragam upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri dan profesi, eksistensi komunitas/jejaring/organisasi. Untuk diri sendiri dan komisioner lain dalam waktu dekat akan melaksanakan bimbingan tekhnis untum meningkatkan kemampuan dalam tugas, program yang akan kita laksanakan adalah sosialisasi ke sekolah sekolah dari tingkat SD sampai SMA/SMK, karena dalam tingkatan inilah yang harus ditanamkan sifat dan sikap yang baik sehingga bisa tertanam sampai tua dan juga merupakan tindakan preventif untuk menghindari tindakan yang tidak baik terhadap anak.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua KPAID Kabupaten Bandung Barat, tugas/kewenangannya yakni melakukan pengawasan, pendampingan dan advokasi terhadap suatu kasus yang terjadi terhadap anak yang dilanggar haknya, hasilnya dapat dilanjutkan ke dinas terkait maupun petugas hukum.

Ditegaskannya kiprah KPAID KBB dalam mengadvokasi permasalahan berkaitan dengan anak di KBB harus menjadi yang terdepan dalam ikut mengadvokasi permasalahan anak. Ia berharap semoga warga Kabupaten Bandung Barat dapat terbuka apabila ada permasalahan hak hak anak di daerahnya dan dapat memberikan informasi kepada KPAID KBB.

Dian Dermawan, AMd menuturkan, manfaat yang didapat publik/pemerintah dengan berdirinya/adanya KPAID KBB, yakni pemerintah daerah akan mendapat nilai plus dari pemerintah pusat dengan adanya KPAID, karena artinya pemerintah daerah sangat perhatian terhadap anak yang berada di wilayahnya, apalagi apabila daerah tersebut sudah menyandang kota/kabupaten layak anak, sudah pasti pemerintah daerah akan mendapat penghargaan tersebut.

Dalam hal ini. menurut Dian pihak senantiasa bersinergi dengan pemerintah daerah (dinas terkait) untuk mencapai kabupaten layak anak. (E-018)***