Waduk Jatigede Surut Kini Menjadi Wisata Musiman

159
Waduk Jatigede Surut Kini Menjadi Wisata Musiman

BISNIS BANDUNG– Debit air di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat surut drastis. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua bulan kemarin di tahun 2019. Penyebabnya, debit air dari aliran Sungai Cimanuk,berkurang dikarenakan kemarau panjang.

Surutnya Waduk Jatigede membuat jalan provinsi, pemukiman warga hingga tempat pemakaman umum di sejumlah wilayah desa eks genangan di Kecamatan Darmaraja dan Kecamatan Wado, yang sebelumnya terendam kembali muncul ke permukaan.

Hal ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dari berbagai daerah, yang penasaran ingin mendatanagi Waduk Jatigede,untuk melihat sisa-sia puing bangunan pemukiman warga eks wilayah genangan Waduk Jatigede,yang tidak sempat dibongkar dan dibiarkan oleh penghuninya.

Salah seorang petani asal Desa Nanggerang, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang Bah Warsa (80) mengatakan, dalam sehari, ketinggian air waduk surut 50 sentimeter hingga 1 meter.

“Sudah dua bulan surut. Tiap hari terus surut. Tahun ini kalau dilihat lebih parah,” ujarnya kepada Bisnis Bandung Minggu (18/8/2019).

Kondisi ini dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki dengan membuka warung kopi dadakan. Mengingat banyak warga dari berbagai daerah datang ke lokasi,hanya sekedar menghilangkan rasa penasaran dan juga sekalugus melihat dari jarak dekat kondisi waduk Jatigede ketika surut.

Iis (40) pemilik warung dadakan di tepian pesisir Waduk Jatigede mengaku, di saat airnya surut seperti saat ini, lebih banyak pengunjung datang,baik dari Sumedang sendiri maupun yang dari luar Sumedang.

Jika dibandingkan saat air waduk penuh, jumlah pengunjung saat ini bisa naik dua kali lipat.

“Ramai saat surut seperti sekarang. Apalagi Sabtu, Minggu sama hari libur. Di sini penuh. Beda waktu airnya penuh sedikit yang datang,bahkan sepi,” tuturnya.

Saat surut seperti sekarang, kata Iis,warga sekitar banyak yang mendirikan warung sementara atau dadakan ini mendekati puing bangunan atau mendekati pesisir.

“Kalau air penuh warung ini juga terendam. Kami jualan pindah lagi ke atas, ke pesisir batas waduk penuh,” sebutnya.

Banyak warga penasaran, jadi lokasi wisata baru pada musim kemarau ini, eks jalan provinsi yang sebelumnya tergenang air Waduk Jatigede kembali muncul ke permukaan.Sebelum terendam banyak warga masyarakat yang menggunakan jalan tersebut untuk menuju Garut,Tasik dan sekitarnya,Jalan lintas dari Sumedang via Wado.

Sementara itu, Saepudin (38) warga asal Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya mengaku sengaja datang untuk liburan ke Waduk Jatigede.
Sayang, kata Saepudin, di sekitar Waduk Jatigede belum terdapat hotel atau penginapan sehingga saat berlibur hanya bisa melakukan perjalanan pulang pergi Tasik-Sumedang.

Saepudin mengaku sengaja datang bersama keluarganya karena penasaran. Sehingga datang ke Waduk Jatigede karena ingin melihat penampakan bangunan-bangunan bermunculan di wilayah genangan Waduk Jatigede.

“Iya  lah… hotel ada di kota, jarak dari sini (Waduk Jatigede) sekitar 25 kilometer. Cukup jauh, jadi harus pulang pergi,” katanya.

Ada keuntungan dari peristiwa surutnya Waduk Jatigede bagi masyarakat sekitar,dikarenakan kondisi ini merupakan lahan pengjasilan bagi warga yang selama ini hanya mengandalkan perekonomian dari menangkap ian dann buruh tani.

Sedangkan dengan kondisi surutnya air di Waduk Jatigede,mereka bisa berjualan alakadarnya meskipun nanti jika datang musim penghujan dan air kembali normal,mereka tidak bisa lagi berjualan dan kembali oada kegiatan semula,seperti menangkap ikan dan menjadi buruh tani.

(E-010)***