Tahu Bungkeng Diproduksi Ong Kino Karena Rindu Tanah Leluhurnya

734

BISNIS BANDUNG – Bagi masyarakat Sumedang dan sekitarnya, bahkan warga Jawa Barat mengenalnya sebagai kota yang memiliki produk kuliner yang membuat Sumedang populer dengan sebutan kota tahu. Kuliner yang memiliki bentuk dan citarasa khas yang berbeda dari produk tahu lain.

Sumedang memang terkenal sebagai kota penghasil tahu dengan citarasa khas,hampir di setiap pelosok wilayah Sumedang, pedagang tahu bisa kita jumpai. Dijajakan, mulai dari tingkat  restoran  dan jongko – jongko di pinggir jalan.

Dari sekian banyak penjual dan pembuat tahu di Sumedang, ternyata ada yang sudah berjualan puluhan tahun , bahkan bisa disebut sebagai perintis pembuat tahu. Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun BB, pembuat tahu Sumedang adalah seorang imigran asal Cina bernama Ong Bungkeng yang bermukim di Sumedang dan sampai sekarang nama tahu Bungkeng tetap berjaya dan dikenal para konsumen warga lokal maupun dari luar Kota Sumedang.

Wei Lin, pengelola,penjual dan keturunaan  Ong Bungkeng generasi ke 3,menceritakan awal mula tahu bungkeng dibuat oleh Ong Kino sekitar tahun 1917. Diproduksi terbatas  untuk dikonsumsi keluarga karena merasa kangen dengan makanan di negaranya yang kemudian Ong Kino bersama istrinya berinisiatif  untuk membuat tahu di tempat barunya di Sumedang.

Semula Ong Kino hanya menyajikan tahu  ketika ada kunjungan dari sanak saudara dan teman temannya saja,namun pada suatu hari ada kereta kuda melintas ke daerah tempat tinggalnya dan peumpangnya merasa penasaran dengan bau wangi yang tercium ditempat itu,diutuslah pengawal untuk menanyakan wangi apa dan siapa yang membuatnya,ternyata penumpang kereta kuda tersebut adalah Pangeran Sumedang , Soeria Atmaja.

Akhirnya dipersilahkanlah Pangeran Soeria Atmaja masuk ke rumah Ong Kino dan disuguhi  tahu .Setelah ngobrol dan mencicipi tahu, Pangeran Soeria Atmaja memberikan usulan kepada Ong Kino untuk menjual tahunya kepada masyarakat. Dan setelah melalui beberapa pertimbangan akhirnya Ong Kino memulai usaha menjual tahu kepada masyarakat.

Dari situlah tahu  produksi Ong Kino mulai dikenal warga masyarakat Sumedang.Setelah itu Ong Kino mulai mewariskan pembuatan tahu Sumedang kepada anaknya yang dikenal dengan nama Ong Bungkeng, sampai sekarang nama tersebut menjadi branch untuk tahu Sumedang,yaitu “Tahu Bungkeng”. Ong Bungkeng juga  mewariskan usaha pembuatan dan penjualan tahu kepada anak anak keturunannya,sehingga usaha pembuatan dan penjualan tahu ini menjadi sumber mata pencaharian keluarga yang turun temurun sampai sekarang.

Wei Lin sendiri merupakan keturunan dari Ong Bungkeng generasi ke 3  Ong Bungkeng.  Wei Lin  meneruskan usahanya membuat dan menjual tahu Bungkeng,warisan turun- temurun yang dirintis leluhurnya sekitar satu abad.

Keistimewaan tahu bungkeng sendiri dari dulu hingga sekarang terletak pada citarasa yangtidak pernah berubah. Generasi penerus tahu Bungkeng, kini  memuka lima gerai  tahu Bungkeng  di Sumedang dan satu di Bandung.

Untuk harga,Wei Lin  mengakui tidak banyak perubahan dan tidak terlalu mematok harga , tapi menyesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat.  Wei Lin menyebut ,harga tahu Bungkeng sudah pasti merakyat.

Wei Lin berharap usaha keluarganya yang sudah ada sejak 1917, bisa terus dipertahankan,meskipun diakuinya sekarang sudah banyak para pembuat tahu di Sumedang.Namun baginya bukan dianggap sebagi pesaing dalam hal usaha,tetapi dia anggap sebagai bagian dari penerus dan pelestari usaha kuliner jenis tahu yang ada di Sumedang.


Bagi Wei Lin, pihaknya tidak merasa takut kehilangan pelanggan,meskipun sekarang banyak pesaing karena para pelangganya sudah mengetahui ciri khas tahu Bungkeng yang justru semakin bertambahnya langganan penikmat tahu Bungkeng. (E-010) ***