Bandung Jadi Barometer Industri Kreatif Indonesia

21

KOTA Bandung merupakan salah satu barometer industri kreatif di Indonesia, bahkan ASEAN. Hal itu berkat beragam produk kreatif yang lahir di Kota Bandung.

“Kota Bandung salah satu kota industri kreatif, yang kita lihat peningkatannya di sejumlah bidang yang menonjol, seperti fesyen, kuliner, dan masih banyak lagi,” ungkap Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Faisal Abdullah, saat Rakornas Survey dan Pemetaan Peningkatan Kreativitas Pemuda, dalam keterangannya kepada wartawan.

Menurutnya, salah satu produk kreatif pemuda Kota Bandung di bidang kuliner, yakni pisang ijo. Walau bukan merupakan makanan asli Bandung, namun diolah sedemikian rupa agar menjadi menarik dan dinikmati masyarakat.

“Jadi tidak mesti makanan asli Bandung, seperti pisang ijo. Yang diolah dengan kreativitas menjadi makanan yang modern dan menarik,” katanya.

Dia mengatakan, kreativitas juga muncul di bidang pertanian yang dikolaborasikan dengan IT. Sehingga muncul start up yang mewadahi para petani rempah-rempah, yang hasil pertaniannya diolah menjadi bumbu atau obat yang dibantu oleh perkembangan teknologi.

“Hal baru ini di Kota Bandung sudah mulai, ide dari para pemuda di Digital Innovation Longe (Dilo) atau kampung start up yang diinisasi oleh Telkom,” ujarnya.

Kini pihaknya tengah mensurvei dan pemetaan kreativitas pemuda di seluruh Indonesia. Terutama dalam menyamakan persepsi antara pusat dan kewilayahan akan konsep industri kreatif sendiri. (C-003)***