Masuki 1441 Hijriyah:  Stop Keburukan

9

ALHAMDULILLAH  bersyukur kepada Allah SWT  kita sudah memasuki Tahun Baru 1441 Hijriyah yang bertepatan  dengan  1 September 2019. Saya mengamati  di beberapa tempat di Bandung dan sekitarnya menyambut Tahun Baru Islam berlangsung cukup meriah, antara lain ditandai dengan pawai obor yang dilakukan masyarakat dengan penuh suka cita.

Sepatutnya  penyambutan  tersebut  dimaknai sebagai semangat baru  meningkatkan kualitas ibadah dan semangat  untuk menghentikan segala keburukan. Aktivitas  menyambut tahun baru Islam merupakan  kebahagiaan masyarakat  yang membuat inisiatif kesetaraan antara peringatan Tahun Baru Hijriyah dengan Tahun Baru Masehi.

Namun, tentunya peringatan Tahun Baru Hijriyah seyogyanya tidak berhenti hanya sebatas peringatan seremonial saja. Kita harus dapat melihat dari akar sejarah mengapa Tahun Islam disebut Tahun Hijriyah.

Ya, semestinya kita harus akrab dengan kalender Islam yang berjumlah dua belas, yaitu: Muharram, Shafar, Rabiul Awwal, Rabiul Akhir, Jumadil Awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah. Penamaan ini sudah ada dan digunakan oleh bangsa Arab jauh sebelum Nabi Muhammad S.A.W diutus di tengah-tengah bangsa Arab.

Penetapan momentum hijrah Nabi Muhammad S.A.W sebagai awal tahun kalender Islam membawa pesan buat kita bahwa selama waktu berjalan kita harus senantiasa berubah menuju yang lebih baik. Sebagaimana makna hijrah yaitu meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat.

Kita harus dapat meninggalkan hal-hal yang buruk dan harus berusaha sekuat tenaga  menjauhkan diri dari segala bentuk maksiat, dan berpindah dari predikat yang buruk ke arah yang baik yang diridhoi Allah Ta’ala, sehingga Indonesia menjadi negeri yang berkah. Aamin YRA.

Didin  Afiudin, Karapitan Bandung