30 Proyek  Strategis Jabar  Th 2019 Senilai Rp 500 M

12

BISNIS BANDUNG- Pemerintah  Provinsi  Jawa Barat  pada tahun 2019 akan fokus mengerjakan 30 proyek strategis   yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota yang  nilainya  lebih dari Rp 500 miliar. Proyek strategis yang sedang dikerjakan   itu  meliputi pembangunan infrastruktur dan revitalisasi kawasan wisata di Jabar.

Rincian progres 30 proyek tersebut yakni 16 proyek dalam proses pengadaan barang dan jasa, lima proyek memasuki tahap kontrak, dua proyek akan dilaksanakan groundbreaking, dan tujuh proyek dalam tahap konstruksi.

Saat ini  beberapa proyek yang tengah dikerjakan adalah  revitalisasi Kalimalang, Waduk Darma, Pantai Pangandaran, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Gunung Padang, ampiteater di kawasan Ciletuh, serta pembangunan alun-alun dan Gedung Creative Center di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat.

Selain itu, Pemprov Jabar juga gencar mendorong revitalisasi pasar tradisional, pembangunan command center, program rumah tidak layak huni (rutilahu), serta pembangunan sejumlah flyover.

Berbicara  pada agenda Jabar Punya Informasi (ajapri) di halaman Gedung  Sate  Banmdung, Selasa (3/9/2019) Sekretaris  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Jabar), Eko  Priastono menyatakan, pembangunan Jawa Barat di kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum akan menyentuh segala dimensi untuk memajukan Jawa Barat sesuai visi “Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi”.

“Visi ini pun dijabarkan ke dalam lima misi pembangunan,” tutur Eko.

Misi pertama yaitu membentuk manusia pancasila yang bertakwa dan perwujudan misi ini diupayakan melalui peningkatan peran masjid dan tempat ibadah sebagai pusat peradaban, dengan sasaran misi yaitu pesantren juara, masjid juara, dan ulama juara.

Misi kedua yaitu melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif, dengan sasaran misi yaitu kesehatan juara, perempuan juara, olahraga juara, budaya juara, sekolah juara, guru juara, ibu juara, milenial juara, perguruan tinggi juara, dan SMK juara.

Sementara misi ketiga, yaitu mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang bekelanjutan melalui peningkatan konektivitas wilayah dan penataan daerah.

Hal ini dilakukan dengan sasaran misi yaitu transportasi juara, logistik juara, gerbang desa juara, kota juara, pantura juara, pansela juara, dan energi juara.

“Misi keempat, meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan,” kata Eko.

Misi keempat ini di antaranya diwujudkan dengan program nelayan juara, pariwisata juara, lingkungan juara, kelola sampah juara, tanggap bencana juara, ekonomi kreatif juara, buruh juara, industri juara, pasar juara, petani juara, umat juara, UMKM juara, dan wirausaha juara.

Dan misi kelima adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kepemimpinan yang kolaboratif antara pemerintahan pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota, dengan sasaran misi yaitu birokrasi juara, APBD juara, ASN juara, dan BUMD juara. (B-002)***