Dorong Perekonomian Desa Nyalindung,Dengan Berdayakan keahlian Warga membuat Pernak Pernik dari Rajutan

18

BISNIS BANDUNG – Mendorong pertumbuhan ekonomi terutama di daerah daerah bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.Banyak kendala yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan tersebut,selain peran aparat desa yang yang harus berhuungan langsung dengan warganya,sumber daya manusia yang ada pun harus bisa menerima dan memahami setiap perubahan yang diterima.

Namun bagi warga masyarakat Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka,kondisi seperti itu adalah sebuah tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi dan dijalankan.Melalui Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes,mereka menjalankan usaha usaha yang dimaksudkan bisa memberikan perbaikan dan perubahan terhadap kemajuan desanya.

Dengan adanya Bumdes ini,warga masyarakat Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka ,bertekad melakukan perubahan dan perbaikan warga masyarakatnya,baik di bidang kemajuan Desa dan perekonomian warganya.

Terbukti dengan adanya kelompok warga masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat berbagai kerajinan tangan baik barang ataupun makanan untuk dijadikan sebagai penghasilan dan pemasukan bagi warga dan Desanya.

Seperti yang dilakukan sekelompok Ibu ibu rumah tangga warga Desa Nyalindung tersebut,dengan membuat berbagai kerajinan tangan dan makanan produk asli Desa Nyalindung.Mereka membuat tas,wadah tisu,dompet,gantungan kunci dan sebagainya dari bahan benang yang di rajut.Mereka merajut benang benang tersebut untuk kemudian dijadikan barang barang keperluan sehari hari maupun sebagai hiasan.

Tidak hanya itu,selain barang,mereka juga membuat penganan dari berbagai macam bahan yang ada di Desanya.Misalkan Opak,kerupuk pedas,manisan terong dan lain lain.

Dalam sehari mereka bisa membuat 3 buah kerajinan berbagai ukuran dan bentuk,ada juga waktu pengerjaan yang memakan waktu cukup lama seperti membuat tas ukuran besar.Selain waktu pembuatan yang tidak bisa di prediksi,bahan bahan seperti benangpun terkadang habis dan kekurangan stok.

Ibu ibu rumah tangga tersebut dalam sehari bisa mengerjakan 2 sampai 3 barang perorangnya,mereka membuat kerajinan tersebut dari pagi hingga sore hari,seteah selesai mengerjakan pekerjaannya di rumah masing masing.

Tharini Ibu rumah tangga dan sebagai ketua kelompok pengrajin rajutan tersebut mengatakan,sebagian besar ibu ibu disini asalnya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa saja,yang kesehariannya seperti ibu ibu pada umumnya mengurus pekerjaan dirumah.Namun setelah adanya kegiatan ini dan terbentuk kelompok kerja,merekapun akhirnya bisa ikut belajar berkreasi dan lebih kreatif lagi dalam mengerjakan kerajinan tangan dengan lebih cekatan dibanding sebelumnya.

“Ide awalnya sih hanya ingin membantu memajukan perekonomian warga saja,dengan melatih dan mengajarkan tatacara merajut,namun setelah di setujui dan di dorong oleh pihak Desa,akhirnya kami sepakat untuk menjadikan sebuah usaha yang di wadahi oleh pemerintah desa disini,”ujar. Tharin di kantor Desa Nyalindung Sabtu (31 Agustus 2019).

Setelah berjalan lebih dari 1 tahun,produk produk rajutan Desa Nyalindungpun mulai di kenal orang banyak,terbukti dari banyaknya pesanan yang didapat melalui kantor Desa setempat.Untuk harga sendiri Tharin mengaku menyerahkan semuanya kepada pihak Desa,karena mereka yang menampung dan memperkenalkan produknya  secara bertahap.

Kepala Desa Nyalindung Budiyanto,dalam hal ini juga sangat mendukung dengan apa yang dilakukan ibu ibu rumah tangga di Desanya,dan Budipun menyatakan bahwa kegiatan ini sangatlah positif dan bermanfaat khususnya bagi warganya sendiri dalam memajukan dan mengangkat perekonomian Desa.Apalagi dengan adanya Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes. Selain meningkatkan dan mengangkat namma desa juga mengangkat taraf hidup perekonomian Desa Nyalindung khususnya.

“Saya sangat senang dan mendukung penuh dengan apa yang dilakukan warga desa khususnya para ibu rumah tangga disini,selain bisa berkembang kemampuannya dirumah juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan di daerahnya sendiri dengan membuat berbagai macam kerajinan dan makanan olahan khas nyalindung,”tutur Budi.

Kedepannya Budi berharap usaha kerajinan tangan dan makanan olahan di desanya,bisa dirasakan juga oleh orang luar Sumedang,selain dapat dinikmati oleh warga lokal juga berkeinginan ikut mengangkat nama daerah Nyalindung Sumedang khususnya,dengan produk produk yang asli dibuat warga desanya. (E-010)***