Pesaing Baru Di Bisnis Kedai Kopi

1182

TREN bisnis kedai minuman kopi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir bahkan semakin menjamur dengan berbagai varian dan segmentasi. Varian rasa dalam kedai kopi ini tak hanya mencicipi minuman kopi original saja melainkan banyak inovasi lainnya seperti cokelat, green tea dan lainnya.

Yohanes Sidi, pemilik Kopi Molo mengatakan, dirinya tertarik menjalani bisnis ini karena melihat tren saat ini dimana kopi sudah cenderung menjadi komoditas bernilai tinggi di kalangan masyarakat.

Di sisi lain tingkat konsumsi konsumsi kopi di Indonesia terus menanjak rerata hingga 15%  per tahun. Selain itu, menurut catatan Kementerian Perdagangan, saat ini Indonesia ada di peringkat ke empat sebagai produsen utama kopi di dunia. “Kami yakin pertumbuhan gerai kopi masih tetap akan meningkat ke depannya,” tandas Yohanes.

Yohanes baru memulai usaha Kopi Molo sejak Juni 2019 yang lalu. Saat ini ia memiliki satu gerai pribadi di kawasan Kuningan, Jakarta. Sejak membuka usaha ini , ia juga langsung menawarkan kemitraan, sehingga kini sudah punya 9 gerai mitra berlokasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung.

Kopi Molo menawarkan paket kemitraan hanya senilai Rp 45 juta saja dengan kerja sama selama tiga tahun. Dengan paket investasi sebesar itu, mitra akan mendapat hak penggunaan merek Kopi Molo. Selain itu, semua aktifitas marketing yang akan di bantu oleh pusat sehingga mitra dapat fokus dengan operasional.

Selain mitra mendapat paket peralatan, perlengkapan pembuatan kopi, bahan baku seperti biji kopi, packaging, topping dan pelatihan karyawan. Seperti kemitraan lain, mitra wajib membeli bahan baku ke pusat, seperti biji kopi, gula aren, bubuk matcha, bubuk coklat, sirup havana, dan cup Kopi Molo.

Sistem kemitraan ini juga akan dikenakan biaya royalti sebesar Rp 1 juta per bulan. Yohanes menyebut biaya itu digunakan untuk marketing untuk promosi kedai mitra sehingga akan menguntungkan pihak mitra.

Kopi Molo menawarkan sebanyak 10 varian menu yang terdiri dari 7 menu kopi yakni Havana cube molo, Kopi Molo, Kopi Biskuit Molo, Kopi Panndan Molo, Kotok molo, Kopi Matcha Molo, dan Kopi Hitam Molo serta 3 menu non kopi yakni Seger molo, Koko molo, dan Matcha molo. Adapun harga minuman yang dibanderol kedai ini berkisar Rp 15.000 sampai Rp 28.000 per cup.

Dengan harga jual yang bersahabat ini, Yohanes menargetkan agar mitra agar bisa mengantongi omzet Rp 1,6 juta per hari dalam penjualan atau Rp 48 juta dalam sebulan. Ia memperkirakan mitra bisa balik modal dalam waktu 7-9 bulan saja. “Mitra bisa mengantongi nett profit sebesar 40-50% tergantung operasionalnya,” katanya.

Dengan sistem kemitraan ini, Yohanes optimistis bisa menggandeng sekitar 30 hingga 50 mitra sampai akhir tahun 2019. (C-003/BBS)***